PERAGI Komda Jateng Dukung Program Holistik IAAS LC UNS, Kembangkan 'Benten' Benalu Teh di Ngargoyoso

Senin, 15 November 2021 19:16 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

IMG-20211115-WA0001.jpg
Ketua PERAGI Komda Jateng saat menjadi pembicara dalam program holistik IAAS LC UNS pengembangan benalu teh di desa Kemuning Karanganyar

KARANGANYAR (Soloaja.co) - Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) Komda Jawa Tengah mendukung Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D), dalam pengembangan industri benalu teh di desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar.

Program pemberdayaan masyarakat hibah dana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini, dilaksanakan Unit Kegiatan Kemahasiswaan IAAS LC UNS. 

"PERAGI mendukung UKM IAAS LC UNS, dalam menggali dan mengembangkan potensi alam dukun Tanen dengan produksi dan budidaya tehnya." Ungkap Prof.Dr.Ir.Bambang Pujiasmanto,M.S. Ketua PERAGI Komda Jawa Tengah, saat menjadi pembicara dalam visitasi program holistik di dukuh Tanen, desa Kemuning, Minggu 14 November 2021.

Dusun ini berada di lereng gunung Lawu dengan ketinggian mencapai 800 – 2000 mdpl dan memiliki luas wilayah 669,30 Ha dengan 220 Ha wilayahnya merupakan hamparan perkebunan teh. Suhu rata-rata di Desa Kemuning berkisar pada 21,50C sehingga cukup dingin dan cocok dijadikan kebun teh.

Dalam hantaran kebun teh tidak hanya terdapat satu jenis tumbuhan saja melainkan ada salah satu tumbuhan yang menginangi tanaman teh, dan tanaman itu adalah benalu teh. Supaya tanaman tersebut dapat termanfaatkan dengan baik melalui PHP2D IAAS LC UNS ini dengan berkolaborasi dengan ibu-ibu RT di  Dusun Tanen. Hingga menghasilkan teh herbal 'Benten'.

Dukungan PERAGI Komda Jateng tersebut juga merangkai kegiatan HUT ke 44, berharap bisa menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, serta sejahtera.

Dekan FP UNS Prof. Dr. Samanhudi, yang juga Sekretaris PERAGI Komda Jawa Tengah mengatakan bahwa melalui progam ini diharapkan terciptanya masyarakat desa yang adaptif dan inovatif dengan segala potensi dan perkembangan jaman melalui kegiatan pembedayaan oleh akademisi sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu mengabdi kepada masyarakat. 

“Masyarakat desa diharapkan mampu menemukan dan mengembangkan potensi yang sudah ada untuk diwujudkan menjadi kegiatan nyata atau mengembangkan kegiatan yang telah dirintis masyarakat menjadi lebih berkembang dan bermanfaat.”