Menpora Dorong Terobosan Perawatan Fasilitas PTC Delingan

Kusumawati - Minggu, 15 Februari 2026 13:42 WIB
Paralimpic Training Center (PTC) Delingan Karanganyar (Soloaja)

KARANGANYAR (Soloaja.co) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir, menekankan pentingnya manajemen perawatan yang berkelanjutan bagi Paralympic Training Center (PTC) Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah. Hal ini disampaikan Erick saat meninjau fasilitas yang baru saja menyelesaikan pembangunan tahap pertamanya tersebut pada Sabtu (14/2) siang.

Menpora menggarisbawahi perlunya terobosan dalam mekanisme administrasi agar fasilitas olahraga megah ini tidak mengalami kendala pendanaan dalam jangka panjang. Ia tidak ingin aset negara yang dibangun dengan investasi besar menjadi terbengkalai akibat masalah birokrasi perawatan.

"Saya berharap setelah fasilitas ini terlengkapi, kondisinya tetap terawat. Perlu ada terobosan mekanisme administrasi agar jangan sampai kerja sama dengan swasta untuk perawatan ini pendanaannya mandek atau tidak bisa," tegas Menpora Erick.

Fasilitas Olahraga Disabilitas Terlengkap di Asia Tenggara

PTC yang berlokasi di kaki Gunung Lawu, tepatnya di Desa Delingan, Karanganyar ini berdiri di atas lahan seluas 80.262 m^2. Dengan total luas bangunan mencapai 34.346 m^2, fasilitas ini mencakup:
* GOR 1: Ruang latihan seluas 17.482 m^2.
* Gedung Asrama: Dua tower rumah susun empat lantai dengan kapasitas 188 kamar yang mampu menampung hingga 392 atlet.

Pembangunan yang dimulai sejak Desember 2023 dan tuntas pada Desember 2024 ini menempatkan Indonesia sebagai pemilik pusat pelatihan paralimpiade terbaik dan pertama di Asia Tenggara.

Komersialisasi untuk Perawatan Aset

Menpora menjelaskan bahwa Kemenpora telah berkoordinasi dengan Kemendagri terkait pemanfaatan fasilitas olahraga. Ia mendorong adanya fleksibilitas agar aset tersebut dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

"Komersialisasi itu boleh terbuka selama dipergunakan untuk prioritas perawatan aset tersebut. Sudah banyak pemerintah membangun fasilitas olahraga tapi perawatannya tidak lancar. Ini yang perlu menjadi introspeksi diri," urainya.

Sebagai bentuk komitmen, Erick menjanjikan bantuan biaya perawatan melalui sistem hibah dari Kemenpora. Ia berharap payung hukum yang ada dapat mendukung NPC dan organisasi olahraga lainnya dalam menjaga fasilitas internasional ini tetap prima demi prestasi atlet nasional.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS