Mahasiswa Karawitan ISI Solo Terjun di 28 Sekolah Latih Gamelan

Selasa, 28 April 2026 09:29 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001614505.jpg
Mahasiswa ISI Solo terjun ke sekolah melatih karawitan (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Sebanyak 80 mahasiswa Program Studi (Prodi) Seni Karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta terjun langsung ke masyarakat melalui aksi nyata pelestarian budaya. Para mahasiswa ini melaksanakan praktik lapangan di 28 sekolah yang tersebar di wilayah Solo Raya sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Metode Pelatihan Karawitan.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai pelatih seni gamelan, mendampingi siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan. Fokus pelatihan mencakup pengenalan teknik dasar hingga penyajian gending-gending Jawa, sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman mengajar secara riil.

Hilirisasi Ilmu dan Penguatan Jejaring

Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menyelaraskan kurikulum akademik dengan kebutuhan masyarakat. Selain sebagai tugas akademik, program ini menjadi wujud hilirisasi ilmu pengetahuan dari lingkungan kampus langsung ke sekolah-sekolah.

"Mahasiswa ditantang untuk mampu mentransfer keahlian mereka, sementara prodi membangun fondasi kerja sama yang berkelanjutan dengan para *stakeholder* di Solo Raya," ungkap Ananto Sabdo Kaprodi Karawitan ISI Surakarta. 

Sinergi Strategis Lewat Penandatanganan IA

Tak hanya berfokus pada pelatihan, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat legalitas kerja sama. Tercatat, sebanyak 28 dokumen *Implementation Arrangement* (IA) berhasil ditandatangani antara Prodi Seni Karawitan dengan masing-masing sekolah mitra.

Poin Utama Kerja Sama:

* Pembinaan Seni: Keberlanjutan pelatihan karawitan bagi siswa sekolah.
* Penelitian Pendidikan: Ruang bagi pengembangan metode pengajaran seni tradisional.
* Pengabdian Masyarakat: Penguatan peran institusi dalam melestarikan budaya di tingkat akar rumput.

Langkah masif ini diharapkan mampu menjaga gaung karawitan di kalangan generasi muda sekaligus mempertegas posisi ISI Solo sebagai pusat pengembangan seni tradisional yang adaptif dan berdampak luas.