BULOG Campus Preneur Masuk Bahasan RUU Pangan
SOLO (Soloaja.co) — Perum BULOG terus berkomitmen memperkuat ekosistem pangan nasional dengan merangkul dunia akademik. Melalui program BULOG Campus Preneur, BULOG mendorong perguruan tinggi untuk mengambil peran strategis, termasuk memberikan masukan penting dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pangan.
Hal itu ditekankan oleh Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., saat menghadiri Kunjungan Panitia Kerja (Panja) Komisi IV DPR RI di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan dengar pendapat ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., QCRO, serta dihadiri para pakar pangan dan anggota legislatif.
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, yang hadir dalam forum tersebut menyatakan bahwa kontribusi pemikiran dari kampus sangat krusial.
- Samsung Galaxy A37 5G, Abadikan Liburanmu dengan Fitur Nightography HDR Video
- Milad ke-5 MIM AKA Mojogedang, Rektor UMS Beri Apresiasi
"Universitas memiliki peran strategis dalam memberikan perspektif ilmiah yang objektif dan konstruktif. Masukan dari akademisi sangat penting agar regulasi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional," kata Titiek.

Gandeng Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Pangan
Sementara itu, Dirut BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan sektor produksi dan distribusi saja. Dibutuhkan pusat inovasi dan keterlibatan aktif generasi muda.
Sebagai langkah nyata, BULOG menghadirkan program BULOG Campus Preneur. Program kolaboratif ini melibatkan BULOG, universitas, mahasiswa, dan pemerintah daerah untuk melahirkan wirausahawan muda di sektor pangan.
- Keceriaan UMKM Vaganza: 800 Anak Ikut Lomba Mewarnai dan Tari Dolanan
- Harga Pertamax Melonjak, Akankah Terjadi Gelombang Peralihan ke Pertalite?
Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk mengelola:
* Rumah Pangan Kita (RPK) Muda
* Mitra Pangan Muda
* Penggerak Gerakan Pangan Murah (GPM) Muda
Selain membuka atau mendampingi outlet RPK, para mahasiswa juga bertindak sebagai fasilitator desa binaan dan motor penggerak edukasi pangan di masyarakat. Program ini sekaligus mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
"Campus Preneur dapat menjadi model kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor pangan nasional. Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berkontribusi langsung dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah," pungkas Ahmad Rizal.
Melalui forum Panja di UNS ini, BULOG berharap semangat kolaborasi program Campus Preneur dapat diakomodasi dalam RUU Pangan demi mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia yang berkelanjutan.
