Gubernur
Kamis, 01 Januari 2026 13:21 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SEMARANG (Soloaja.co) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan tahun 2026 sebagai fase “take off” pembangunan. Target ini akan dicapai melalui penguatan investasi dan percepatan program yang berpihak langsung pada kepentingan rakyat (pro-rakyat), menyusul rampungnya penyiapan fondasi pembangunan sepanjang tahun 2025.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan hal ini usai Refleksi dan Doa Bersama Akhir Tahun 2025 di Gradhika Bhakti Praja.
“Tentu kita belum puas dengan capaian selama 2025. Sepuluh bulan ini kita fokus menyiapkan roadmap dan blueprint pembangunan Jawa Tengah. Infrastruktur kita siapkan agar 2026 bisa menjadi tahun percepatan program yang lebih menyentuh kepentingan rakyat,” ujar Ahmad Luthfi.
Fondasi Kuat Menuju Lumbung Pangan
Gubernur menjelaskan bahwa prioritas 2025 adalah penyiapan infrastruktur secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur sumber daya manusia, jalan, pertanian, hingga pendukung investasi.
Dengan fondasi infrastruktur yang kuat, Jawa Tengah diproyeksikan tidak hanya menjadi lumbung pangan nasional, tetapi juga penopang industri nasional.
“Kalau infrastruktur sudah kita siapkan di 2025, maka 2026 Jawa Tengah memiliki dasar yang kuat untuk mendukung program strategis pemerintah pusat. Kita siapkan agar 2026 bisa take off kepada program yang lebih berkepentingan atau berpihak kepada rakyat,” tegasnya.
Investasi Capai Rp66,1 Triliun
Secara makro, kinerja pembangunan 2025 menunjukkan tren positif:
* Pertumbuhan Ekonomi tercatat sebesar 5,37 persen (hingga Triwulan III 2025).
* Realisasi Investasi mencapai Rp66,1 triliun.
* Penurunan Angka Kemiskinan dari 9,58 persen menjadi 9,48 persen.
* Serapan Tenaga Kerja dari investasi padat karya mendekati 335.000 orang.
Memasuki 2026, Gubernur Luthfi menegaskan penguatan iklim investasi akan menjadi prioritas utama. "Investasi harus kita genjot agar pembangunan tidak semata mengandalkan APBD dan PAD," pungkasnya.
Bagikan