Beras
Minggu, 07 Juni 2026 14:04 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta menggelar monitoring harga beras serta komoditas pangan strategis lainnya di Pasar Legi, Kota Surakarta pada Minggu (7/6).
Berdasarkan pantauan berkala di lapangan, harga komoditas beras di pasar induk tersebut terpantau stabil tanpa adanya lonjakan. Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas minyak goreng dan telur ayam broiler.
Sebaliknya, pergerakan harga justru terjadi pada sektor bumbu dapur, khususnya bawang merah dan bawang putih. Kenaikan harga bawang merah tercatat cukup tinggi, dari yang semula berada di angka Rp39.000 per kilogram, kini meroket hingga menyentuh Rp47.000 per kilogram. Sementara untuk bawang putih yang awalnya bertengger di harga Rp24.000 per kilogram, saat ini merangkak naik ke kisaran Rp28.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Di tengah lonjakan harga bumbu dapur, para pedagang di Pasar Legi mengungkapkan bahwa permintaan masyarakat terhadap Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) besutan BULOG masih sangat tinggi. Penjualan beras subsidi tersebut di tingkat pedagang pasar mampu mencapai 8 hingga 10 sak per hari, dengan kisaran harga jual rata-rata Rp58.000 sampai Rp60.000 per sak isi 5 kilogram.
Untuk mengantisipasi tingginya animo konsumen, BULOG Cabang Surakarta secara rutin mengalokasikan dan mendistribusikan beras SPHP kepada para pedagang di Pasar Legi sebanyak satu kali dalam seminggu. Volume pasokan yang digelontorkan berkisar antara 20 ton hingga 35 ton per pekan. Di sisi lain, harga beras premium di pasaran hingga saat ini dilaporkan masih cukup stabil dan belum menunjukkan adanya gejolak harga yang signifikan.
Ketersediaan Minyakita Terpantau Aman
Selain komoditas beras, pantauan BULOG di sejumlah kios Pasar Legi juga menunjukkan ketersediaan produk Minyakita dalam kondisi yang cukup, meskipun jumlah pasokannya terbilang terbatas. Produk minyak goreng program pemerintah ini dipasarkan oleh pedagang dengan harga maksimal Rp15.700 per kilogram.
Kehadiran pasokan beras SPHP dan Minyakita yang disalurkan secara berkala oleh BULOG diakui sangat membantu keberlangsungan usaha para pedagang. Di tingkat akar rumput, masyarakat pun menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk menebus kedua komoditas tersebut demi mendapatkan pangan berkualitas dengan harga yang relatif ramah di kantong.
Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta, Nanang Harianto, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal stabilitas harga dan pasokan pangan di tingkat hilir.
“Perum BULOG khususnya Kantor Cabang Surakarta terus memastikan harga komoditas pangan di wilayah Solo Raya tetap stabil dan ketersediaannya aman di pasar-pasar rakyat. Hal ini kami laksanakan bersama dengan Pemerintah Daerah dan Satgas Pangan agar masyarakat dapat mendapatkan akses komoditas pangan yang berkualitas dengan harga relatif terjangkau,” terang Nanang.
Percepatan Bantuan Pangan Target Selesai Juni
Tak hanya fokus pada operasi pasar tradisional, Perum BULOG Surakarta saat ini tengah memacu akselerasi penyaluran bantuan pangan gratis bagi masyarakat prasejahtera. Program jaring pengaman sosial ini disalurkan berbasis data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Dinas Sosial di seluruh wilayah Solo Raya.
* Target Rampung: Proses pendistribusian bantuan pangan ini ditargetkan dapat selesai seluruhnya pada minggu ketiga bulan Juni 2026.
* Langkah Strategis: BULOG mengintensifkan koordinasi berkala secara melekat dengan pemerintah daerah setempat serta pihak transporter (jasa pengiriman).
Langkah koordinasi lintas sektoral tersebut terus dikebut guna memastikan target realisasi penyaluran bantuan pangan dapat tercapai 100 persen dan diterima langsung oleh masyarakat penerima manfaat secara tepat sasaran.
Bagikan