Kunker Spesifik Komisi IV DPR-RI di Klaten: Stok Beras Cetak Rekor Sejarah

Kusumawati - Jumat, 10 Juli 2026 13:43 WIB
Panen raya bersama Komisi IV DPR-RI, Dirut BULOG di Klaten (Soloaja)

KLATEN (Soloaja.co) — Sinergi kuat antara pemerintah, legislatif, BUMN, dan petani menjadi kunci utama dalam mempercepat swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Komitmen ini ditegaskan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (10/7).

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi beserta anggota, Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., serta Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan jajaran Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) setempat.

Rangkaian acara dibuka dengan panen raya yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPR RI. Menariknya, panen dilakukan dengan mengombinasikan metode manual dan modern menggunakan combine harvester (mesin pemanen kombinasi), sebuah simbol nyata penerapan mekanisasi untuk menggenjot produktivitas lahan.

Dalam kesempatan yang sama, Perum BULOG menyalurkan bantuan sosial sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat di sentra produksi pangan. Bantuan yang diserahkan meliputi timbangan digital dan paket sembako untuk GAPOKTAN, serta paket alat tulis bagi anak-anak di sekitar kawasan pertanian.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai sangat berpihak pada nasib wong cilik di sektor pertanian, terutama terkait kepastian harga jual.

"Petani sangat bersyukur dengan penetapan harga gabah Rp6.500,- per kilogram. Ditambah berbagai bantuan yang diberikan, kebijakan ini memberikan manfaat nyata dan diharapkan dapat terus meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Siti Hediati.

Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan sebuah capaian luar biasa di sektor perberasan nasional. Saat ini, stok beras Indonesia berada di angka yang sangat aman dan mencatatkan rekor baru.

"Stok beras Indonesia saat ini mencapai sekitar 5,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama petani, penyuluh pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pupuk Indonesia, serta Tim Jemput Gabah BULOG," papar Ahmad Rizal.

Ia menambahkan, bermodalkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500,- yang mengacu pada Instruksi Presiden, BULOG bergerak cepat di lapangan. Hingga semester I tahun 2026, BULOG berhasil menyerap 3,2 juta ton gabah dari total target 4 juta ton yang dicanangkan.

Melalui kunker spesifik ini, kolaborasi erat antara DPR RI, Pemerintah, BUMN, dan para petani diharapkan mampu memperkokoh ekosistem pertanian nasional secara menyeluruh, mendongkrak taraf hidup petani, sekaligus mengamankan jalur swasembada pangan menuju ketahanan nasional yang berkelanjutan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS