rumah
Rabu, 01 Juli 2026 06:06 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Sri Kayu Furni Fest 2026 Road to Interfex kembali digelar sebagai ajang pameran dan kolaborasi industri furnitur serta kerajinan kayu nasional. Mengusung tema Smart and Sustainable Living, festival tahunan ini menekankan pentingnya inovasi produk yang fungsional dan estetis, sekaligus ramah lingkungan guna mendukung gaya hidup berkelanjutan di era modern.
Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Surakarta, Rini Indriani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi upaya strategis untuk mendorong pertumbuhan industri furnitur lokal dan UMKM sekaligus meningkatkan daya saing produk kayu Indonesia.
“Melalui Sri Kayu Furni Fest 2026, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi lintas sektor serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keberlanjutan dalam desain dan proses produksi furnitur.” Ungkap Rini.
Kepala UPTD Sri Kayu, Nina Herlina, menambahkan bahwa melalui berbagai kegiatan tersebut, pengunjung tidak hanya menikmati pameran, tetapi juga memperoleh wawasan dan pengalaman langsung mengenai perkembangan industri furnitur nasional.
“Festival ini diharapkan mampu memberikan pengalaman edukatif sekaligus membuka peluang kolaborasi baru bagi pelaku industri dan masyarakat.” Imbuh Nina.
Kompetisi ini juga menjadi ruang unjuk gigi bagi generasi muda karena kepesertaannya terbuka untuk mahasiswa jenjang D3, D4, S1, hingga S2. Setelah melewati tahap pendaftaran dan seleksi desain pada akhir Juni, puncak pelaksanaan acara serta pemungutan suara atau voting untuk desain yang lolos seleksi awal dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 6 Juli 2026.
Proses voting sendiri akan ditutup pada 6 Juli 2026 pukul 12.00 WIB, dilanjutkan dengan pengumuman pemenang pada hari yang sama pukul 15.00 WIB. Sementara itu, fase pengumpulan hasil desain akhir akan berjalan pada 27 hingga 30 Juli 2026.
Sementara itu, Ketua Panitia Sri Kayu Fest 2026, Awang Herawan, menjelaskan bahwa festival tahun ini akan menghadirkan beragam kegiatan menarik yang melibatkan pelaku industri hingga generasi muda kreatif.
Beberapa rangkaian kegiatan yang akan digelar antara lain pameran furnitur dan produk kayu unggulan, talkshow dan diskusi industri kreatif, workshop untuk pengusaha pemula furnitur, pameran karya furnitur, factory visit, hingga berbagai aktivitas interaktif dan hiburan.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, Sri Kayu Furni Fest 2026 diharapkan mampu menjadi katalis strategis dalam memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan kesadaran publik terhadap produk lokal. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi dan daya saing industri furnitur Indonesia di pasar domestik maupun kancah global.
Bagikan