Revitalisasi Otak Kunci Kesehatan Jiwa Modern

Selasa, 28 April 2026 14:52 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001615389.jpg
Guru Besar bidang kepakaran Ilmu Keperawatan Jiwa FIK UMS, Prof. Arum Pratiwi, S.Kp., M.Kes., Ph.D (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) - Isu kesehatan mental di tengah tekanan kehidupan modern memerlukan pendekatan baru yang lebih mendalam. Salah satu strategi kunci yang muncul adalah revitalisasi energi otak melalui manajemen stres untuk mencapai keseimbangan jiwa yang optimal.

Pesan tersebut disampaikan oleh Prof. Arum Pratiwi, S.Kp., M.Kes., Ph.D., dalam acara jumpa pers menjelang pengukuhannya sebagai Guru Besar ke-72 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin (27/4). Beliau dijadwalkan akan dikukuhkan bersama Prof. Kussudyarsana pada Rabu (29/4) di Auditorium Moh. Djazman.

Memahami Revitalisasi Energi Otak

Menurut Prof. Arum, revitalisasi bukan sekadar mengisi ulang tenaga, melainkan proses memperbaiki dan meningkatkan fungsi otak secara menyeluruh. Energi otak yang bersumber dari metabolisme glukosa dan oksigen sangat menentukan cara manusia berpikir, merasakan, hingga berperilaku.

"Ketika energi ini terganggu, maka fungsi kognitif dan emosional juga ikut terdampak," jelas Pakar Ilmu Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS tersebut.

Beliau memaparkan bahwa kesehatan mental berada dalam sebuah spektrum yang dinamis, mulai dari kondisi sehat, stres, hingga gangguan jiwa berat. Pergerakan individu dalam spektrum ini sangat dipengaruhi oleh tingkat stres dan kemampuan adaptasi otak.

Terapi Kognitif dan Pendekatan Spiritual

Sebagai solusi, Prof. Arum menawarkan strategi revitalisasi melalui terapi kognitif. Teknik ini bertujuan mengubah pola pikir negatif menjadi positif melalui stimulasi berulang yang memperkuat koneksi antar neuron.

Menariknya, pendekatan ini tidak hanya menyentuh aspek biologis, tetapi juga mengintegrasikan nilai spiritual dan psikososial:
* Reframing: Mengubah sudut pandang negatif menjadi positif.
* Kekuatan Kalbu: Menyelaraskan kesehatan otak dengan kebersihan hati sesuai tuntunan spiritual.
* Teknik Relaksasi: Penggunaan meditasi, murotal, dan musik untuk merangsang gelombang otak.

Hasil Riset dan Implementasi

Dalam lima tahun terakhir, riset Prof. Arum menunjukkan bahwa intervensi manajemen stres dan pendekatan spiritual efektif membantu pasien psikosis hingga penderita tuberkulosis yang mengalami stigma sosial. 

Meskipun proses penuaan tidak bisa diputar balik, revitalisasi tetap mampu mengoptimalkan kualitas hidup pasien dengan gangguan neurodegeneratif.

Melalui pengukuhan ini, diharapkan ilmu keperawatan jiwa dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat mencapai kondisi mental yang tangguh melalui keseimbangan pikiran, emosi, dan spiritualitas.