Produksi Beras Sukoharjo Meningkat dan Komitmen Dukung Kesejahteraan Petani

Jumat, 06 November 2026 13:15 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Kusumawati

1002321395.jpg
Plt Bupati Sukoharjo panen raya KT Ngudi Boga Begajah Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan andalan. Ditandai dengan syukuran panen raya KT Ngudi Boga di Sengon, Belajar, Sukoharjo, Jumat (6/11). 

Komitmen kuat dalam memajukan sektor pertanian demi menjaga ketahanan pangan daerah dan menyejahterakan petani kembali ditegaskan oleh Plt. Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, saat menyambut kunjungan kerja Kementerian Pertanian di Sukoharjo, yang ikut hadir dalam panen raya tersebut. 

Dalam sambutannya, Plt. Bupati menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian khusus yang diberikan oleh Kementerian Pertanian. Kehadiran jajaran kementerian di tengah-tengah petani dinilai sebagai wujud nyata hadirnya negara untuk mendengarkan aspirasi serta memperjuangkan kebutuhan para petani di lapangan.

"Kehadiran Bapak di tengah-tengah para petani pada hari ini tentu menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami," ujar Plt. Bupati Eko Sapto Purnomo. Ia juga menambahkan bahwa pembangunan pertanian tidak bisa dikerjakan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi yang erat. 

"Sebagai Plt. Bupati, kami merasa bangga sekaligus terharu. Sebab, ketika kita menikmati nasi di rumah, ada jerih payah para petani yang tidak boleh kita lupakan," imbuhnya.

Lonjakan Produksi Pertanian Sukoharjo

Kinerja sektor pertanian di Sukoharjo menunjukkan tren positif yang membanggakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Oktober 2026, produksi beras Kabupaten Sukoharjo meningkat dari 162.196 ton pada tahun 2025 menjadi 171.121 ton atau naik sekitar 5,50 persen. 

Luas panen pun turut naik dari 42.363 hektare menjadi 45.478 hektare (meningkat 7,35 persen), dengan Indeks Pertanaman (IP) yang terkerek dari 210,92 menjadi 226,42. Capaian tersebut mengantarkan Sukoharjo pada peringkat ke-13 di Provinsi Jawa Tengah.

Prestasi ini semakin dikuatkan oleh hasil ubinan panen di Kelompok Tani Ngudi Boga, Kelurahan Begajah, yang mencatatkan produktivitas tinggi mencapai 13,34 Ton/Ha Gabah Kering Panen (GKP).

Pemkab Sukoharjo sendiri terus berupaya mendukung petani melalui penyaluran sarana produksi, alsintan, hingga perbaikan prasarana irigasi. Plt. Bupati berpesan agar bantuan seperti pompa air dan mesin pertanian dijaga selayaknya milik keluarga sendiri agar usia pemanfaatannya bisa lebih panjang.

Apresiasi dan Komitmen Tambahan dari Kementan

Sementara itu, Dr. Rachmat selaku Direktur Perlindungan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (yang juga menjabat Plt. Dirjen Serealia) memberikan pujian tinggi atas pencapaian dan pola kerja sektor pertanian di Sukoharjo. Menurutnya, Sukoharjo konsisten menjadi rujukan bagi daerah lain.

"Kami dari Direktorat Jenderal sudah menyalurkan bantuan benih lebih dari 20.000 hektar, termasuk Sukoharjo," ungkap Dr. Rachmat. Ia memastikan bahwa pada tahun depan pihaknya akan kembali memberikan dukungan penuh untuk percepatan pertanian di Sukoharjo.

"Sukoharjo selalu menjadi tempat belajar dari kabupaten lain. Ini luar biasa, banyak inovasi yang ditorehkan sehingga banyak pihak lain belajar ke sini. Setelah panen, langsung olah tanah dan langsung tanam, jeda waktunya bisa sangat cepat dibandingkan di luar area ini," puji Dr. Rachmat.

Ia juga berpesan agar potensi luar biasa yang dimiliki Sukoharjo terus dijaga dengan meningkatkan indeks pertanaman serta melindungi lahan pertanian agar tidak mengalami alih fungsi.