Komunikotavisual Ajak Siswa SD Kenalkan Wayang Lewat Karya Mini

Kusumawati - Jumat, 06 November 2026 20:47 WIB
Sambut Hari Wayang Dunia 2026, Komunikotavisual Ajak Siswa SD Negeri Dadapsari Kenalkan Seni Tradisi Lewat Media Miniatur (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Suasana aula SD Negeri Dadapsari, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta tampak riuh dan penuh semangat pada Jumat (6/11/2026). Seratusan siswa kelas V dan VI berkumpul untuk mengikuti aksi kreatif mengenalkan seni tradisi pewayangan melalui cara yang unik, edukatif, dan menyenangkan dalam rangka menyambut Hari Wayang Dunia 2026 yang diperingati setiap 7 November.

Kegiatan yang diprakarsai oleh komunitas Komunikotavisual bekerja sama dengan Sanggar Omah Wayang Mas Kamto, Sukoharjo ini mengajak para siswa berekspresi mewarnai, menggunting, hingga menempelkan tokoh wayang mini pada gapit berbahan tusuk sate.

Karakter-karakter populer seperti Arjuna, Petruk, hingga Werkudara tampak dibuat penuh warna menggunakan spidol, pensil warna, dan krayon yang dibawa siswa dari rumah. Setelah selesai, karya-karya mini tersebut ditancapkan satu per satu di atas debog (batang pohon pisang) layaknya pementasan wayang kulit sesungguhnya.

Co-founder Komunikotavisual sekaligus penggagas kegiatan, Basnendar Herry Prilosadoso, menjelaskan bahwa aksi ini dirancang untuk mendekatkan dunia pewayangan kepada anak-anak sekolah dasar melalui pendekatan visual yang sederhana.

"Aksi kreatif ini dilaksanakan untuk menyambut peringatan Hari Wayang Dunia 2026, sekaligus mengenalkan wayang kepada anak dengan berkreasi dan berekspresi melalui aktivitas mewarnai, menggunting, dan menempel pada gapit dari tusuk sate secara sederhana. Selain itu, event kreatif ini menjadi program rutin dari Komunikotavisual sebagai komunitas yang konsen akan edukasi kepada masyarakat melalui beragam seni budaya," tutur Basnendar di sela-sela kegiatan.

Tak hanya mengasah keterampilan tangan, para siswa juga diajak menyelami tokoh serta cerita pewayangan melalui edukasi pedalangan bersama Dalang Tri Haryoko dari Sanggar Omah Wayang Mas Kamto. Mengawali sesi edukasi, siswa diajak bernyanyi bersama tembang dolanan anak seperti Menthog-Menthog untuk membangun suasana ceria.

Kepala SD Negeri Dadapsari, Nuning Harmini, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan edukatif ini di sekolahnya.

"Melalui kegiatan ini siswa lebih merasakan. Oh, itu wayang yang saya pegang ini namanya Petruk, salah satu tokoh Punakawan. Terus diwarnai. Mewarnai berarti ada rasa seni," ungkap Nuning.

Antusiasme tinggi juga dirasakan oleh para peserta, salah satunya Naufalyn Zahira Norah, siswa kelas VI yang memilih mewarnai karakter wayang Abimanyu dengan warna-warna cerah.

"Saya sangat merasa senang mengikuti kegiatan ini sebab dapat mengenal wayang lebih jauh. Harapannya kegiatan yang diprakarsai oleh Komunikotavisual ini bisa rutin diselenggarakan di sekolah, sebab selain unik, sekaligus ada unsur edukasi dan menyenangkan," ujar Naufalyn penuh semangat.

Melalui media miniatur wayang ini, anak-anak tidak hanya diajak mengolah rasa seni dan kreativitas, tetapi juga ditanamkan rasa bangga serta kepedulian untuk melestarikan warisan budaya Indonesia sejak dini.

Editor: Kusumawati

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌