perumahan
Kamis, 28 Agustus 2025 20:11 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi
SOLO (Soloaja.co) - Target pemerintah untuk menyediakan tiga juta rumah menjadi pembahasan utama dalam acara SMG Economic Insight Series di Solo, Kamis (28/8). Acara ini mempertemukan perwakilan perbankan, pengembang, dan lembaga terkait untuk mencari solusi atas tingginya angka backlog perumahan di Indonesia.
Fahmi Rahendas, Regional Consumer Banking Head BRI Yogyakarta, mengakui bahwa target tiga juta rumah merupakan tantangan besar. Namun, ia menekankan bahwa target itu harus tercapai untuk mengatasi backlog perumahan yang mencapai 83% di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Kami dari BRI juga sangat ingin mendukung program pemerintah ini. Kami tidak hanya membuka fasilitas pinjaman untuk masyarakat yang membutuhkan rumah, tapi juga kepada pengembang," ujar Fahmi.
Senada dengan BRI, Fitri Novianty Ratna Kusuma, Regional Office Head Bank BTN Wilayah Jateng-DIY, menyatakan bahwa BTN mengambil porsi 70% dari total kuota subsidi pemerintah. "Dari 350.000 unit kuota subsidi yang dicanangkan pemerintah, BTN mengambil porsi sekitar 220.000 unit di tahun 2025 ini," jelasnya.
Muhammad Nauval Al-Ammari, Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, menjelaskan peran lembaganya dalam menyediakan dana murah jangka panjang untuk pembiayaan perumahan terjangkau, sesuai dengan UU No. 4 Tahun 2016. Selain itu, BP Tapera juga berupaya memudahkan akses pembiayaan bagi MBR melalui aplikasi dan program cicilan murah.
Di sisi lain, Adri Istambul Lingga Gayo, Kepala Badan Advokasi DPP REI, menyoroti pentingnya akurasi data. Menurutnya, pengembang tidak memiliki masalah dalam memenuhi target, bahkan jika lebih dari tiga juta rumah.
Namun, yang menjadi kendala adalah tidak adanya data kebutuhan rumah yang spesifik dan akurat, seperti kebutuhan untuk generasi Z, yang dapat menjadi bekal bagi pengembang dalam menyusun strategi.
"Kita selalu menyebut ada backlog untuk rumah, tapi kita tidak ada data. Seharusnya kementerian melakukan riset database by address, by name," tegasnya.
Budiyono Ketua DPD Apernas Soloraya dan Salatiga menyatakan siap mendukung penuh program pemerintah penyediaan 3 juta rumah. Hal tersebut juga dibuktikan diterimanya penghargaan Jateng sebagai provinsi peringkat 1 terbaik dalam melaksanakan program penyediaan perumahan 2025 oleh Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
"Kami dari Asosiasi pengembang siap mendukung pemerintah dalam pelaksanaan program 3 juta rumah, tentu bersinergi dengan pemerintah dan perbankan." Ungkap Budiyono.
Selain itu, Mitra10 Sebagai pihak pendukung yang diwakili oleh Medya Ika Ayu, Promotion and Advertising Manager, menyatakan dukungannya dengan menyediakan produk-produk berkualitas untuk mendukung program penyediaan rumah tersebut.
Bagikan