Gus Yasin Ajak Mahasiswa Undip Bantu Pemprov Jateng Entaskan Kemiskinan dengan Data
SEMARANG (Soloaja.co) - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menyatakan bahwa pemerintah provinsi saat ini membutuhkan peran aktif anak muda, khususnya mahasiswa yang melek teknologi, untuk membantu mengolah data kemiskinan. Hal ini bertujuan agar program bantuan sosial bisa tepat sasaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yasin saat menghadiri seremoni penarikan mahasiswa KKN Tematik Undip di Muladi Dome, Kota Semarang, Kamis (28/8).
"Kami masih butuh anak-anak muda yang melek dengan teknologi. Salah satunya untuk data. Kalau sektor kemiskinan ada DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) yang setiap bulannya bisa diubah," ucapnya.
- Dukungan Bupati Etik Suryani Buahkan Penghargaan, Sukoharjo Jadi Teladan Gerakan Zakat Nasional
- Lima Guru Besar Baru UMS Diharapkan Jadi 'Guru Kehidupan' yang Berikan Manfaat Luas
Menurut Gus Yasin, mahasiswa memiliki peran krusial dalam memverifikasi data di lapangan. Mahasiswa bisa membantu pemerintah desa memastikan apakah penerima bantuan yang tercantum di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) masih sesuai dengan kondisi nyata.
"Kalau memang sudah 'wisuda' (keluar dari status miskin), mereka harus keluar dari data. Yang belum masuk (data) harus dimasukkan. Nah, ini kita butuh orang-orang yang melek teknologi dan itu banyak dari kampus," tegasnya.
Kolaborasi Kampus dan Pemerintah
Gus Yasin mengapresiasi Undip yang telah bersinergi dengan Pemprov Jateng melalui program KKN Tematik.
- Lawan Narkoba, Kelurahan Bumi Solo Dicanangkan Jadi 'Kelurahan Bersinar'
- Solo Paragon Sambut Ajang Bola Basket Pelajar Asia, Pamerkan Budaya Lokal untuk Tamu Internasional
Ia menilai, karya dan produk yang dihasilkan dari lokasi KKN dapat menjadi masukan berharga untuk membuat peta jalan (roadmap) perbaikan program kerja pemerintah.
Rektor Undip, Suharnomo, menuturkan bahwa program KKN Tematik ini adalah bentuk komitmen kampusnya untuk mendukung program pemerintah. "Untuk tema KKN Tematik, kami sesuaikan dengan kebutuhan lokal yang ada di pemerintahan kota dan kabupaten dengan keahlian yang kami miliki," jelasnya.
Suharnomo menambahkan, tema KKN disesuaikan dengan kebutuhan spesifik daerah, seperti penanganan stunting, perencanaan wilayah, pendidikan, hingga isu sampah. Melalui pendekatan lintas ilmu ini, diharapkan implementasi program di masyarakat dapat berjalan lebih optimal.