Transformasi Ibadah Puncak Projek Ramadan SD Muh PK Kottabarat

Kusumawati - Selasa, 10 Maret 2026 08:18 WIB
Puncak gelar project ramadhan SD Muh PK Kottabarat Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Sebanyak 54 murid kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo menyulap hall utama sekolah menjadi ruang pameran kreatif dalam tajuk Puncak Gelar Projek Ramadan, Senin (9/3/2026). Kegiatan ini berhasil mengubah ritual ibadah menjadi pengalaman belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).

Mengusung tema “Belajar Mendalam pada Ramadan Berbasis Projek”, inisiatif ini selaras dengan visi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengenai pentingnya pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata dan mendalam bagi siswa.

Kolaborasi Etnik dan Kreativitas Digital

Suasana hall sekolah tampak semarak dengan berdirinya delapan stan unik berbahan kajang bambu yang menghadirkan nuansa tradisional nusantara. Di balik stan-stan tersebut, para murid mempresentasikan hasil kerja keras kolaborasi antara sekolah dan orang tua.

Guru Ismuba kelas VI, Mohamad Iqbal Baehaqi, menekankan bahwa gelar projek ini bukan sekadar pameran, melainkan sarana mengasah berpikir kritis dan keterampilan sosial.

“Kami ingin murid menghasilkan produk autentik yang memiliki nilai seni unik. Projek ini memotivasi mereka untuk bertanggung jawab atas karya kelompoknya,” jelas Iqbal.

Siswa dibagi ke dalam delapan kelompok dengan topik beragam, mulai dari kiat khatam Al-Qur'an, strategi sehat saat puasa, hingga tata cara salat Idulfitri. Produk yang dihasilkan pun bervariasi, mencakup tiga kategori utama:
* Media Visual: Komik edukasi, cergam, poster, dan infografis estetik.
* Karya Fisik: Maket masjid detail, kartu ucapan Idulfitri, dan papan target Ramadan.
* Konten Digital: Video pendek dan vlog kreatif yang siap diunggah ke media sosial.

Prestasi di Tengah Persiapan Akademik

Meski sedang disibukkan dengan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), para siswa tetap menunjukkan dedikasi tinggi. Hal ini dibuktikan oleh Kelompok VII yang diketuai oleh Cattleya Aysha Ailaniarka Diandra. Kelompok yang membedah materi salat Tarawih ini sukses menyabet gelar Juara I sekaligus Stan Terfavorit.

“Alhamdulillah, semua kerja keras dan kebersamaan kami terbayar hari ini. Rasanya bangga sekali bisa memberikan yang maksimal di sela persiapan ujian,” ungkap Cattleya dengan penuh percaya diri.

Penutupan yang Hangat

Kegiatan ini diakhiri dengan suasana kekeluargaan melalui buka puasa bersama orang tua murid kelas VI. Penentuan pemenang dilakukan secara demokratis melalui sistem polling. Berdasarkan hasil penilaian, Kelompok VII menduduki posisi pertama, disusul oleh Kelompok IV sebagai Juara II, dan Kelompok II di posisi Juara III.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah PK Kottabarat membuktikan bahwa pendidikan agama dapat disampaikan dengan cara yang segar, relevan dengan perkembangan zaman, dan menyentuh sisi kreativitas anak didik.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS