mobil
Jumat, 07 Agustus 2026 12:33 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Ketua Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia (DPPSBI), BRM Kusumo Putro, memberikan apresiasi tinggi sekaligus dukungan penuh terhadap keresahan serta desakan para pelaku seni di Kota Bengawan. Keresahan mendalam tersebut mencuat di sela-sela gelaran pameran lukis Emparty Fest #1 yang berlangsung di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Solo, Kamis (6/8) malam.
Kusumo menegaskan bahwa aspirasi yang disuarakan para seniman mengenai ketiadaan fasilitas pameran dan pertunjukan seni yang representatif di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta merupakan sebuah fakta empiris yang memerlukan perhatian mendesak.
Menurutnya, pembangunan fasilitas pameran dan pertunjukan mandiri sudah menjadi kebutuhan primer yang tidak bisa lagi ditunda-tunda demi menjaga eksistensi Solo sebagai Kota Budaya.
"Kami sangat mengapresiasi keberanian dan konsistensi para seniman yang terus menyuarakan hal ini. Pemkot Surakarta harus segera mendengarkan jeritan para pelaku seni dan mengalokasikan anggaran atau menelurkan kebijakan nyata demi terwujudnya fasilitas kesenian terpadu di Solo," tegas Kusumo.
Keresahan Seniman Lukis Solo
Keresahan para seniman itu sebelumnya dipaparkan secara gamblang oleh Ketua DPW Seniman Merdeka Indonesia Jawa Tengah sekaligus kurator pameran, Gigih Wiyono. Ia menekankan bahwa melimpahnya potensi Sumber Daya Manusia (SDM) seniman muda di Solo setiap tahunnya sama sekali tidak diimbangi dengan ketersediaan ruang publik mandiri dari pemerintah daerah.
“Selama ini, seluruh aktivitas pameran berskala besar terpaksa masih menumpang di fasilitas TBJT milik Pemprov Jateng melalui proses birokrasi yang berjenjang.” Ungkap Gigih.
Senada dengan hal itu, Koordinator Pelukis Solo Raya, Edi Sudarno (Edi Semar), menyoroti pentingnya galeri seni permanen sebagai tolok ukur kemajuan sebuah kota serta ruang sejarah seni rupa dan sastra yang berkelanjutan.
“Kami menegaskan perjuangan menagih janji dari periode ke periode ini tidak akan berhenti demi menyelamatkan masa depan generasi penerus.” Imbuh Edi.
Kusumo Putro menilai gerakan moral para perupa ini menjadi alarm penting bagi pemangku kebijakan di Surakarta. Infrastruktur seni dinilai berkorelasi langsung dengan penjagaan marwah kebudayaan daerah agar regenerasi pelaku seni rupa tidak terputus di tengah jalan.
Terpukau Penampilan Berlyn N Friends
Di sisi lain, perhelatan Emparty Fest #1 yang digelar sepanjang tujuh hari pada 4–10 Agustus 2026 ini menyajikan kolaborasi seni yang sangat kaya bagi publik Solo Raya. Selain pameran lukisan utama, ajang ini turut menampilkan karya fotografi artistik, seni tempa keris, seni patung, tari tradisional kontemporer, hingga panggung musik.
Kemeriahan malam itu kian semarak berkat penampilan apik dari grup musik Berlyn N Friends. Alunan melodi hangat yang mereka bawakan sukses memikat perhatian dan mendapat apresiasi luar biasa dari ratusan penonton serta pengunjung yang memadati kompleks TBJT hingga penghujung acara pameran.
Band yang sedang naik daun ini secara apik menyajikan sejumlah lagu dari berbagai genre, mulai pop klasik, rock hingga pop Jawa.
“Keren banget musiknya bisa enak didengar, lagu apa aja bisa menyesuaikan,” Ungkap Dewi salah satu pengunjung yang ikut nimbrung bernyanyi bersama Berlyn.
Bagikan