ICLEI dan FAO Tunjuk Solo Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Pangan Asia

Kusumawati - Senin, 21 September 2026 15:38 WIB
Tim ICLEI dan FAO saat diskusi dengan Pemkot Surakarta dalam pengelolaan sampah pangan (Soloaja)

SOLO, soloaja.co – Kota Surakarta kembali mengukuhkan posisinya di kancah internasional dalam hal pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Kali ini, Pemkot Surakarta dipilih oleh ICLEI (International Council for Local Environmental Initiatives) bersama Food and Agriculture Organization (FAO) sebagai salah satu lokasi studi regional pengelolaan susut dan sisa pangan (food loss and waste/FLW).

Studi lapangan bertajuk “Praktik Terbaik Pengelolaan Sampah Makanan di Kota-Kota Asia: Analisis Regional” ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (21–23/9/2026). Penunjukan Solo sebagai kota percontohan di Asia tidak lepas dari berbagai inovasi pengelolaan sampah organik yang berjalan dari hulu ke hilir.

Rangkaian kegiatan diawali pada Senin (21/9/2026), di mana Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Urip Jatmiko, S.H., M.M., menerima secara resmi tim ICLEI dan FAO. Agenda dilanjutkan dengan audiensi serta Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan jajaran perangkat daerah dan organisasi masyarakat sipil.

Kepala DLH Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho Adi, S.STP., M.H., menyambut hangat dan mengapresiasi kolaborasi tingkat regional tersebut.

“Kami menyambut baik kehadiran tim ICLEI dan FAO. Penunjukan ini menjadi motivasi sekaligus sarana evaluasi bagi Pemkot Surakarta untuk terus memperkuat strategi pengelolaan sampah organik, mulai dari hulu hingga hilir,” jelas Herwin.

Selama kunjungan, tim internasional menelusuri langsung rantai pengelolaan sisa pangan di Surakarta. Di hari pertama, observasi menyasar Pasar Gede dan Pasar Jebres guna melihat penanganan sisa pangan di pasar tradisional, dilanjutkan peninjauan bank sampah yang mengembangkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Agenda hari kedua, Selasa (22/9/2026), diisi dengan peninjauan pemilahan sampah skala rumah tangga di Kelurahan Gajahan. Tim juga berdiskusi dengan Hotel Alila Solo mengenai penanganan sisa makanan di sektor perhotelan—termasuk aksi food sharing bersama PMI—serta menggali peran komunitas bersama Yayasan Gita Pertiwi.

Rangkaian studi akan dimatangkan pada Rabu (23/9/2026) melalui peninjauan pemrosesan akhir di TPA/fasilitas pengolahan sampah terpadu, sebelum ditutup dengan evaluasi bersama di Kantor DLH Kota Surakarta.

Seluruh hasil dokumentasi dan analisis dari Kota Solo ini nantinya diterbitkan dalam Kompendium Regional sebagai panduan referensi bagi kota-kota lain di Asia dalam mewujudkan tata kelola sampah pangan yang berkelanjutan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS