Sinergi Multi Sektor Pacu Aksi Keberlanjutan di ISRA 2026
SOLO (Soloaja.co) — Isu keberlanjutan kian menjadi agenda prioritas global seiring meningkatnya tantangan krisis iklim dan ketimpangan sosial. Merespons hal tersebut, ajang tahunan Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 sukses digelar di Swiss-Belhotel Solo, Surakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Acara yang diselenggarakan oleh Prospectus Media di bawah naungan Prospect ini menjadi ruang diseminasi ilmu sekaligus apresiasi atas inovasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dunia usaha di Indonesia.
Mengusung tema Catalyzing Collective Change for Scalable Impact, perhelatan tahun keempat ini diikuti oleh berbagai sektor industri mulai dari pembangkit listrik, migas, pertambangan, perkebunan, hingga transportasi, serta dihadiri oleh kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi nasional.
- Tanwir Muhammadiyah: Ikhtiar Merawat Nilai Pencerahan Sejak 1932
- BSI dan Nasyiatul Aisyiyah Bersinergi Dorong Kemandirian Ekonomi
Sebagai wujud nyata kepedulian lingkungan atas tercapainya 99 risalah penghargaan tahun ini, panitia ISRA 2026 turut mendedikasikan program CSR berupa penanaman 99 pohon di Kabupaten Wonogiri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Plenary Session yang mengupas tuntas implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sesi pertama membedah optimalisasi ekonomi karbon, pajak bisnis, dan investasi hijau untuk mempercepat target Net Zero Emission.
Sementara sesi kedua berfokus pada transformasi pengelolaan sampah menjadi sumber daya bernilai melalui ekonomi sirkular dan teknologi waste to energy.
Ajang ini juga menggelar Conference Session yang melahirkan sejumlah pemenang karya ilmiah terbaik. Penghargaan Best Paper diraih oleh perwakilan PT Jababeka Infrastruktur untuk kategori ekonomi sirkular, PT Pertamina Patra Niaga IT Wayame untuk kategori inklusi sosial, dan Universitas Aisyiyah Yogyakarta untuk kategori resiliensi ekosistem.
- Jangan Langsung Minum Kopi Setelah Bangun, Ini 6 Alasannya Menurut Ahli
- Update Kurs Dolar AS ke Rupiah Hari Ini, 6 Agustus 2026, Cek Nilainya!
Selain itu, predikat Best Presenter diberikan kepada M. Nur Afif Aulia dari Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Muhammad Didih atau Dhefrian dari PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Area Lahendong, dan Hanafi Kholifatul Iman dari Institut Teknologi Bandung.
Memasuki sesi puncak malam penganugerahan, Steering Committee ISRA 2026 Miftah Faridl Widhagdha mengapresiasi kehadiran 99 program terbaik dari 89 perusahaan yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
Walikota Surakarta Respati Ardi turut memberikan sambutan hangat dengan mendorong para penggerak ekonomi di Solo untuk terus menyuarakan pesan keberlanjutan.
“Melalui momentum ini, Respati mengajak seluruh pihak mengubah slogan Solo Berseri yang semula Bersih Sehat Rapi Indah menjadi Bersih Sehat Ramah Investasi.” Ungkap Respati.
Pandangan mendalam disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret sekaligus Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof. Dr. H. Widodo Muktiyo. Dalam pidato kuncinya, ia menegaskan bahwa menghadapi transisi energi dan krisis iklim memerlukan Kerangka Kerja Penta Helix.
“Kolaborasi erat antara pemerintah, korporasi, akademisi, media, dan masyarakat menjadi kunci utama karena beban berat ini tidak dapat dipikul oleh satu pihak saja.” Tandas Prof Widodo.
- Solo Jadi Tuan Rumah Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah
- Formula Konservasi Cagar Budaya Antarkan Dr Hana Wardani Raih Doktor Teknik UNS
Pada kesempatan tersebut, penghargaan khusus juga dianugerahkan kepada sejumlah figur dan lembaga. Gelar Social Responsibility Leadership of the Year diberikan kepada Bupati Banyumas atas inovasi pengelolaan sampah terintegrasi.
Penghargaan Social Responsibility Initiative of the Year diraih oleh Ecoxyztem atas perannya mendukung startup teknologi iklim. Sementara penghargaan Social Responsibility Woman Leadership of the Year disematkan kepada VP Sustainability PT KAI Tria Mutiari Meilan atas komitmennya pada Net Zero Emission dan peningkatan rating ESG perusahaan.
Dalam penilaian program, kurasi ketat dilakukan pada 7 kategori penghargaan yang meliputi Economic Empowerment, Education, Gender Equality dan Social Inclusion, Health Quality Improvement, Biodiversity Conservation, CSR Video Documentation, serta Sustainability Report.
Dari seluruh kandidat, sebanyak 17 perusahaan sukses membawa pulang predikat Platinum, 34 perusahaan meraih Gold, 21 perusahaan mengantongi Silver, dan 27 perusahaan lainnya mendapatkan peringkat Bronze. Ajang ini diharapkan mampu menjadi katalisator terciptanya ekosistem bisnis yang lebih peduli pada masa depan bumi.
