UMS
Selasa, 30 Juni 2026 21:19 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret (FSRD UNS) tengah menjajaki konsep baru dalam menyajikan warisan budaya Jawa. Langkah ini diwujudkan melalui proyek penelitian bertajuk Optimalisasi Potensi Visual Pawukon melalui Rekonstruksi Tata Pamer untuk Keberlanjutan Budaya Nusantara yang dilangsungkan di Museum Radya Pustaka Surakarta, Selasa (30/6/2026).
Riset tersebut difokuskan pada pengembangan model tata pamer yang mampu menyatukan nilai historis, filosofis, serta keindahan visual Pawukon. Melalui pendekatan desain yang tepat, sistem pengetahuan tradisional tersebut diharapkan dapat disajikan dalam bentuk yang lebih komunikatif dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Filolog Museum Radya Pustaka, Totok Yasmiran, S.S., menerangkan bahwa Pawukon memiliki dimensi yang sangat luas. Warisan leluhur ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem penanggalan tradisional masyarakat Jawa semata, melainkan juga menjadi media penyampaian nilai budaya dan filosofi kehidupan yang mendalam. Oleh karena itu, kekayaan intelektual ini dinilai sangat penting untuk terus diturunkan ke generasi penerus.
Di sisi lain, Ketua Tim Penelitian FSRD UNS, Dr. Desy Nurcahyanti, S.Sn., memaparkan bahwa pengumpulan data riset dilakukan dengan mengkaji langsung naskah-naskah kuno koleksi museum serta mewawancarai narasumber yang kompeten. Tim peneliti juga melihat adanya peluang besar untuk mengemas ulang visualisasi Pawukon dengan sentuhan desain modern.
"Penelitian juga mengkaji peluang pengembangan visualisasi Pawukon dengan pendekatan desain kontemporer tanpa menghilangkan nilai autentik yang terkandung dalam setiap wuku," jelas Dr. Desy.
Selain melakukan wawancara mendalam, kegiatan di museum tertua di Indonesia ini juga diisi dengan diskusi terarah mengenai strategi pelestarian budaya, metode dokumentasi manuskrip kuno, hingga pemanfaatan media visual sebagai sarana edukasi publik.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan penyediaan data, pihak FSRD UNS menyerahkan cendera mata kepada manajemen Museum Radya Pustaka di akhir kegiatan. Output dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan utama dalam merancang tata pamer Pawukon yang lebih interaktif dan edukatif, sekaligus memperkuat peran museum sebagai pusat penyebaran pengetahuan budaya Nusantara.
Bagikan