UNS
Kamis, 12 Februari 2026 15:25 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Menandai usia emas setengah abad, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar aksi lingkungan yang sarat makna. Sebanyak 34 Guru Besar baru UNS melakukan penanaman pohon di Komplek Danau UNS pada Kamis (12/2/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-50 UNS.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni hijau, melainkan tradisi tahunan yang menjadi simbol pengabdian akademik dan komitmen UNS sebagai Green Campus.
Filosofi Akar Ilmu dan Keteduhan
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si., menjelaskan bahwa setiap pohon yang ditanam merupakan representasi dari identitas sang Guru Besar. Pohon diharapkan tumbuh kokoh dan berakar kuat, selaras dengan kepakaran ilmu yang harus semakin mendalam.
"Guru Besar diharapkan menjadi sumber inspirasi dan kebijaksanaan, sebagaimana pohon yang memberi oksigen dan keteduhan bagi lingkungan sekitarnya. Kontribusinya harus dirasakan oleh masyarakat, bangsa, dan dunia," ujar Prof. Hartono.
Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd., menambahkan bahwa ke-34 Guru Besar yang ikut serta adalah mereka yang dikukuhkan dalam kurun waktu Agustus 2025 hingga Februari 2026. Ia menganalogikan batang pohon sebagai integritas dan daun sebagai pengembangan ilmu yang menaungi generasi muda.
Konservasi Pohon Langka di Lingkungan Kampus
Menariknya, dalam aksi tahun ini, para Guru Besar memilih jenis pohon langka sebagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati (konservasi) yang mulai jarang ditemukan di alam.
Beberapa jenis pohon yang ditanam di antaranya:
* Pohon Bisbul (Diospyros blancoi): Dipilih oleh Prof. Drs. Isnandar Slamet, M.Sc., Ph.D. (FMIPA).
* Pohon Duwet (Syzygium cumini): Ditanam oleh Prof. Dr. Ir. Murtanti Jani Rahayu, S.T., M.T. (FT).
"Penanaman pohon langka ini adalah langkah penting untuk menjaga keberagaman hayati di lingkungan kampus sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem," ungkap Prof. Murtanti.
Mendukung Target SDGs
Aksi penanaman pohon ini sekaligus mempertegas posisi UNS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait keberlanjutan lingkungan dan kesadaran ekologis di lingkungan perguruan tinggi.
Pohon-pohon yang ditanam di Dies Natalis ke-50 ini diharapkan menjadi saksi hidup perjalanan pengabdian para Guru Besar UNS dalam membangun peradaban dan memberikan kemaslahatan bagi masa depan.
Bagikan