Gen Darling Fest: Kolaborasi Kreatif Jaga Bumi Tetap Hijau
KARANGANYAR (Soloaja.co) – Semangat keberlanjutan membara di Tjolomadoe Hall, De Tjolomadoe, Kamis (12/2/2026). Ribuan generasi muda berkumpul dalam helatan Gen Darling Fest, sebuah ajang yang memadukan musik, kreativitas, dan aksi nyata peduli lingkungan dalam satu panggung kolaborasi.
Acara yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bekerja sama dengan Solopos Media Group (SMG) ini bertujuan memperkuat narasi positif bagi Gen Z agar lebih peduli terhadap masa depan bumi.
- KAI Daop 6 Cek Jalur, Siapkan 12 KA Tambahan Mudik 2026
- Cegah Banjir, Polres Sukoharjo Bersihkan Bendung Siluwur
Narasi Positif untuk Selamatkan Bumi
Communication Director Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, mengungkapkan bahwa gerakan Gen Darling (Generasi Sadar Lingkungan) lahir dari keyakinan bahwa kepedulian lingkungan harus diperkuat lewat narasi yang tepat.
"Melalui kolaborasi dengan tim Solopos yang memiliki visi serupa, kami sepakat bahwa Gen Z memiliki peran krusial. Mudah-mudahan narasi positif ini membantu kita menyelamatkan bumi melalui Gen Darling Movement," jelas Mutiara.
Senada, Presiden Direktur Solo Pos Media Group (SMG), Arief Budisusilo, merasa terhormat dipercaya sebagai mitra kolaborator. Menurutnya, inisiatif ini bukan sekadar tentang peduli, melainkan mengajak anak muda untuk mencintai dan aktif bergerak di tengah tantangan perubahan iklim yang mulai berdampak nyata di berbagai daerah di Indonesia.
- Dies Natalis ke-50: 34 Guru Besar UNS Tanam Pohon Langka
- Imlek Meriah Solo Safari, Ada Barongsai hingga Cai Shen
Pesan Konsistensi dari Pandawara Group
Hadirnya Pandawara Group menjadi magnet tersendiri. Dua personelnya, Gilang Rahma Nabilah dan M Rafly Pasha Putra Pratama, berbagi kisah inspiratif mengenai awal mula gerakan mereka yang viral. Gilang menekankan pentingnya memulai dari langkah kecil yang konsisten.
"Kalau kemampuan kita baru sebatas bijak berplastik, lakukan itu dulu. Jangan paksakan aksi besar jika belum mengukur kapasitas. Banyak anak muda gagal konsisten karena ambisi yang tidak sejalan dengan kemampuan nyata," ujar Gilang.

Ia menceritakan bahwa sebelum dikenal luas, Pandawara harus patungan hanya untuk membeli sarung tangan dan karung plastik. "Orang tahu ketika sudah besar dan menggunakan ekskavator, padahal prosesnya sangat panjang," tambahnya.
- "Ngopi Bareng" Satlantas Wonogiri Rangkul Komunitas Bengkel
- Pengurus MAKIN Tuban Dilantik, Fokus Pengabdian dan Moderasi
Idgitaf: Sampah Kita, Tanggung Jawab Kita
Kemeriahan festival mencapai puncaknya saat penyanyi Idgitaf naik ke panggung. Dengan suara merdunya, ia membawakan sederet lagu hit seperti Satu-Satu, Takut, hingga Mengudara. Di sela penampilannya, Idgitaf menyelipkan pesan mendalam bagi para penggemarnya.
"Menjaga lingkungan tidak bisa selalu mengandalkan orang lain. Aku menanamkan pada diri sendiri bahwa sampah kita adalah tanggung jawab kita sendiri," tuturnya disambut riuh penonton.
Idgitaf menutup konser dengan lagu fenomenal Sedia Aku Sebelum Hujan, mengakhiri festival yang berhasil memadukan hiburan dengan misi mulia menjaga ekosistem bumi.
