Panembahan Agung Tedjowulan Akhiri Safari Ruwah di Tegalarum
TEGAL (Soloaja.co) – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Makam Susuhunan Amangkurat Agung di Tegalarum, Tegal, Rabu (11/2/2026). Ratusan abdidalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dari berbagai daerah berkumpul untuk menyambut kehadiran Kangjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan.
Kehadiran Panembahan Agung bersama keluarga di Tegalarum ini menjadi puncak dari rangkaian safari religi dan budaya selama Bulan Ruwah Tahun Dal 1959. Kedatangan beliau disambut antusias oleh para abdidalem yang membawa berbagai buah tangan khas daerah, mulai dari bibit pohon langka hingga kuliner lokal.
- LLDIKTI VI Luncurkan DIAJENG, Dorong PTS Jateng Naik Kelas
- Resepsi HPN 2026 PWI Solo, Bertransformasi Jaga Sinergitas
"Kami sangat bahagia Panembahan Agung kembali datang ke Tegalarum. Sebagai bentuk takzim, kami membawa Pohon Kayu Lanang dan Pohon Jolawe dari Pemalang, serta aneka jajanan dari Tegal dan Bumiayu," ujar KRHA Dr. Dimas Indiarto Sastronagoro, tokoh abdidalem asal Bumiayu.
Safari Panjang Jakarta - Tegal
Sebelum menginjakkan kaki di tanah Tegal, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan menjalani agenda padat di Jakarta. Sebagai anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, beliau turut menghadiri peringatan HUT ke-18 partai tersebut di Kertanegara.
Selain agenda politik, Gusti Tedjowulan juga menjalin silaturahmi dengan tokoh seni Ahmad Dhani, memenuhi undangan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono di Kraton Majapahit Jakarta, hingga menghadiri malam apresiasi Tribute to The National Heritage of Keraton Surakarta di The Tribrata Dharmawangsa.
"Saya hanya berusaha menerima sebaik-baiknya sambutan dan harapan masyarakat luas terhadap upaya pelindungan, pengembangan, serta pemanfaatan Keraton Surakarta," ungkap Pelaksana Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta tersebut dengan rendah hati.
- Ketua Bhayangkari Jateng Tinjau SPPG Polres Wonogiri Eromoko
- Iftar Ramadhan Feast: Solo Paragon Hotel Sajikan Menu BBQ
Abadikan Nama di Galeri Budaya Jatayu
Tak sekadar berziarah ke makam leluhur, kunjungan Gusti Tedjowulan di Tegal kali ini juga membawa misi pemajuan kebudayaan. Atas undangan masyarakat seni dan budaya setempat, beliau dijadwalkan mengunjungi Galeri Budaya Jatayu di lingkungan Brigif-4/Dewa Ratna.
Juru bicara Panembahan Agung, Kangjeng Pakoenegoro, menjelaskan bahwa dalam kesempatan tersebut akan dilakukan penandatanganan prasasti peresmian gedung utama galeri. Menariknya, gedung tersebut akan menggunakan nama kecil sang pangeran.
"Masyarakat meminta agar gedung tersebut dinamai Sasana Utama Soeryo Sutedjo. Alhamdulillah, Beliau berkenan memberikan restu dan menandatangani prasastinya," jelas Pakoenegoro.
Langkah ini dipandang sebagai simbol sinergi antara keraton, TNI, dan masyarakat sipil dalam menjaga warisan budaya di wilayah pesisir barat Jawa Tengah.
