Pengurus MAKIN Tuban Dilantik, Fokus Pengabdian dan Moderasi

Kusumawati - Kamis, 12 Februari 2026 09:04 WIB
Pelantikan pengurus MAKIN Tuban di Klenteng Kwan Sing Bio (Soloaja)

TUBAN (Soloaja.co) – Aula Klenteng Kwan Sing Bio Tuban menjadi saksi bisu pengukuhan komitmen kerukunan di Tuban Pada Senin (9/2/2026), Pengurus Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kabupaten Tuban periode 2026-2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang sarat akan nilai spiritual dan kebangsaan.

Struktur kepengurusan baru ini kini resmi dipimpin oleh Wiwit Endra Setyoweni sebagai Ketua, didampingi tokoh senior Alim Sugiantoro yang menduduki posisi Dewan Penasihat. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum MATAKIN Pusat, Budi Santoso Tanuwibowo, di ruang Lithang Konfusiani, sebuah area suci di lingkungan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Kwan Sing Bio.

Menghidupkan 12 Nilai Utama Khonghucu

Dalam arahannya, Budi Santoso Tanuwibowo menekankan bahwa jabatan dalam MAKIN bukan sekadar posisi organisatoris, melainkan tanggung jawab moral untuk mendidik umat. Ia berpesan agar pengurus baru mampu mengimplementasikan ajaran Khonghucu secara nyata di tengah masyarakat.

"Di ajaran Khonghucu ada dua belas nilai utama, mulai dari berbakti, rendah hati, satya, hingga tulus ikhlas dan tahu malu. Nilai-nilai ini tidak boleh berhenti pada hafalan, tapi harus diwujudkan dalam perilaku nyata demi kemanusiaan," tegas Budi.

Ketua terpilih, Wiwit Endra Setyoweni, menyambut amanat tersebut dengan optimisme tinggi. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memperkuat pembinaan internal sekaligus memastikan umat Khonghucu terus berkontribusi dalam menjaga keharmonisan di Kabupaten Tuban.

Dewan Penasihat Makin Tuban Alim Sugiantoro berharap kepengurusan baru bisa mempertahankan kerukunan antarumat beragama yang sudah terjalin selama bertahun-tahun di Tuban. “Kita harus pelihara kerukunan antarumat beragama dan perdamaian,” ujarnya.

Apresiasi Kemenag: Tuban Jadi Role Model Kerukunan

Kehadiran Kepala Kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum, dan Kepala Kesbangpol Tuban, Yudi Irwanto, memberikan warna tersendiri pada acara ini. Umi Kulsum membeberkan fakta membanggakan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) di Tuban saat ini telah melampaui rata-rata nasional.

Umi Kulsum memberikan apresiasi tinggi atas terjaganya kondusivitas antarumat beragama di Tuban selama ini. Ia pun menitipkan harapan besar agar MAKIN mampu menjadi pilar penguat kerukunan yang inklusif.

"Perbedaan adalah rahmat. Nilai kemanusiaan melalui sikap saling menghormati dan saling mengasihi adalah kuncinya. Kami berharap program kerja MAKIN selaras dengan 8 Asta Protas (Program Prioritas) Kementerian Agama demi memperkuat fondasi keagamaan yang moderat," tegas Umi Kulsum.

Umi juga mengajak MAKIN untuk terlibat aktif dalam program edukasi sejak dini, seperti Jambore Literasi dan Moderasi Beragama. "Ini penting untuk menanamkan nilai-nilai inklusif kepada generasi muda di Bumi Wali sejak awal," tambahnya.

Aksi Sosial: Bukti Kehadiran MAKIN untuk Semua

Sebagai bentuk syukur atas suksesnya pelantikan, MAKIN Tuban langsung menunjukkan aksi nyata melalui program sosial. Ratusan paket sembako dibagikan kepada warga kurang mampu yang tinggal di sekitar area Klenteng Kwan Sing Bio.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di bawah kepemimpinan Wiwit Endra, MAKIN Tuban ingin hadir sebagai organisasi yang tidak hanya inklusif secara ibadah, tetapi juga solutif bagi masalah sosial kemasyarakatan tanpa memandang sekat agama maupun etnis.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut perwakilan MAKIN Jawa Timur, Ongky Setio Kuncono dan Budilistijo Suboko, serta pengurus TITD Klenteng Kwan Sing Bio, Ratnasari, yang bersama-sama menyaksikan dimulainya babak baru pengabdian umat Khonghucu di Tuban.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS