Kisah Niena Sisca: Sukses Bisnis Lemper di Belanda

Kusumawati - Rabu, 11 Februari 2026 21:43 WIB
Niena Sisca (4 dari kiri) bersama keluarga dan para sahabat (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Nama Niena Sisca Redjopawiro mungkin tak asing bagi penikmat musik era 80-90an. Namun, siapa sangka penyanyi solo yang kini menetap di Belanda tersebut sukses bertransformasi menjadi pengusaha kuliner. Niena berhasil membangun bisnis lemper yang diminati warga di Negeri Kincir Angin.

Keberhasilan bisnisnya di Eropa membawa Niena pulang ke tanah kelahirannya di Mojosongo, Solo. Ia mewujudkan mimpi besarnya: merenovasi rumah orang tuanya menjadi hunian megah yang dinamai Ndalem Sudarnan.

Ibadah Syukur dan Reuni Sahabat Lama

Pada Rabu (11/2/2026), Niena menggelar ibadah ucapan syukur di Ndalem Sudarnan dengan mengundang rekan sejawat sesama penyanyi, tetangga, hingga keluarga besar Lingkungan Fransiskus Xaverius. Acara ini bukan sekadar syukuran, melainkan bentuk dedikasi mendalam untuk kedua orang tuanya.

"Kepulangan kali ini khusus untuk nguri-uri (merawat) rumah bapak ibu. Saya bersyukur diberi rezeki dan kesempatan untuk memperbaiki kediaman ini sambil bereuni dengan sahabat lama," ungkap Niena dengan haru.

"Berkah Lemper" dan Kekuatan Doa Bapa Kami

Niena bercerita bahwa kegiatannya di Belanda bermula dari hobi memasak hidangan Indonesia untuk sesama perantau. Meski terkendala bahasa untuk bekerja di kantoran, ketekunannya membuat lemper justru membuka pintu rezeki yang luar biasa.

"Puji Tuhan, saya bisa merenovasi rumah ini karena lemper. Di sana itu awalnya hobi, tapi karena kurs mata uang yang berbeda, hasilnya terasa sangat berarti untuk keluarga di Indonesia," tutur Niena.

Di balik kesuksesannya, Niena membagikan kisah spiritual yang menyentuh. Pada tahun 2015, ia sempat mengalami kecelakaan hebat yang membuatnya depresi selama tiga bulan hingga sulit berdoa. Di titik terendah itu, ia diingatkan oleh seorang sahabat untuk terus mendaraskan Doa Bapa Kami.

"Waktu itu saya marah dan tidak bisa berdoa. Tapi saya dipaksa mengulang Doa Bapa Kami terus-menerus. Hingga pada satu titik, mata hati saya terbuka dan saya merasa Tuhan memanggil saya untuk kembali," kenang Niena sambil menitikkan air mata syukur.

Bernyanyi untuk Tuhan

Kini, bagi Niena, menyanyi bukan lagi sekadar mata pencaharian seperti saat ia masih bekerja di bank atau tampil di berbagai acara nasional dulu. Baginya, setiap nada yang keluar adalah doa dan ucapan syukur.

"Dulu menyanyi untuk nafkah, sekarang saya bernyanyi untuk Tuhan. Saya percaya proses jatuh bangun yang saya lalui adalah rencana Tuhan agar saya selalu dekat dengan-Nya," pungkasnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS