Tingkatkan Kapasitas Satgana, PMI Solo Gelar Pelatihan Evakuasi Pohon Tumbang
KARANGANYAR (Soloaja.co) – Upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), Tim Satuan Tanggap Bencana (Satgana) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta menggelar pelatihan teknis estrikasi, Selasa (19/5). Pelatihan yang berfokus pada penanganan kegawatdaruratan ini dilaksanakan di kawasan Makam Delingan, Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan diawali dengan apel personel yang dipimpin langsung oleh Kepala Markas PMI Kota Surakarta, Riki Mirzam Abdulrozaq, S.Sn., M.I.Kom. Sebanyak 35 peserta pelatihan diberikan arahan khusus mengenai pentingnya kesiapsiagaan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi belakangan ini.
- Unisri Job Expo 2026, Gandeng 40 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja
- Kemenko Pangan dan Indolakto Dorong Mahasiswa UNS Jadi Pengusaha Susu Sapi
“Saat ini cuaca sangat tidak menentu, kadang panas terik dan tiba-tiba terjadi hujan angin. Fenomena ini tentu sangat berbahaya. Sebagai organisasi yang harus siap dan sigap melayani masyarakat, kita harus terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam memberikan layanan kegawatdaruratan yang prima, khususnya dalam penanganan kasus pohon tumbang,” tegas Riki dalam arahannya.
Metode Praktik Langsung
Pelatihan estrikasi kali ini dirancang dengan metode praktik langsung di lapangan untuk memberikan pengalaman riil bagi para sukarelawan. Kawasan Makam Delingan dipilih sebagai lokasi latihan karena memiliki karakteristik medan yang sesuai untuk simulasi bencana taktis.
Kepala Bagian Pelayanan Sosial PMI Kota Surakarta, Wanto, S.K.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung konsep mutualisme. Selain menjadi media pembelajaran intensif bagi anggota Satgana, kehadiran tim PMI sekaligus membantu melakukan penataan dan pembersihan vegetasi rawan di area pemakaman.
- Seminar Nasional Teknik Sipil XV UMS, Bahas Tantangan dan Strategi Geoteknik
- KAI Daop 6 Yogyakarta Tutup Dua Perlintasan Liar di Sukoharjo dan Sleman
“Di Makam Delingan ini terdapat puluhan pohon yang mengganggu keamanan bagi para peziarah. Jadi pelatihan ini memiliki kemanfaatan bagi kedua belah pihak. Selain mengamankan area pemakaman, area ini juga memberikan dampak positif bagi rekan-rekan relawan untuk berlatih teknik pemotongan pohon secara aman dan tepat,” urai Wanto.
Intensif Selama Dua Hari
Guna memastikan materi dan keterampilan terserap secara maksimal, kegiatan ini direncanakan berlangsung selama dua hari berturut-turut di lokasi yang sama. Melalui alokasi waktu tersebut, para relawan diharapkan memiliki ruang dan kesempatan yang cukup untuk mengasah ketangkasan fisik maupun penguasaan alat pangkas mekanis.
Melalui pembekalan yang matang ini, Tim Satgana PMI Kota Surakarta diharapkan dapat memangkas waktu respons (*response time*) saat terjadi insiden pohon tumbang di fasilitas publik atau jalur pemukiman, sehingga potensi jatuhnya korban jiwa maupun kerugian material akibat cuaca buruk dapat diminimalisasi sejak dini.
