Sejarah! Para Panahan Indonesia Raih Perak Asian Para Games

Kusumawati - Rabu, 21 Oktober 2026 18:05 WIB
Atlet para panahan APG raih perak (Tim media NPC Indonesia)

NAGOYA (Soloaja.co) — Tim para-panahan Indonesia mencatatkan sejarah baru dalam keikutsertaannya di Asian Para Games. Pasangan ganda putra compound, Ken Swagumilang dan Arif Firmansyah, berhasil mempersembahkan medali perak pertama bagi kontingen Indonesia di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Rabu (21/10/2026).

Capaian ini terbilang luar biasa karena melampaui target awal berupa medali perunggu. Terlebih lagi, Indonesia baru pertama kali menerjunkan wakil di nomor ganda putra compound, dan pasangan Ken/Arif sendiri belum genap dua tahun dipasangkan.

Perjuangan Sengit di Partai Puncak

Di partai final, Ken/Arif memberikan perlawanan ketat saat menghadapi pasangan Thailand, Teerasak Phiarthanee dan Comsan Singpirom. Pertandingan berlangsung sengit sejak awal dengan kedua pasangan mencetak nilai sama 36 di set pertama dan sempat imbang 38 di rangkaian ketiga. Namun, Thailand akhirnya mengunci kemenangan dengan skor akhir 150-147.

Langkah Ken/Arif menuju final pun diwarnai aksi impresif. Pada babak semifinal sehari sebelumnya, mereka sukses menundukkan wakil India secara dramatis melalui skor tipis 156-155.

"Alhamdulillah, tadi kita mendapatkan perak. Kemarin di semifinal, Alhamdulillah juga, kita bisa mengalahkan India dengan skor 156-155," ujar Ken seusai laga.

Bagi pasangan muda ini, raihan perak terasa sangat berharga. Dipasangkan sejak 2025 dan melakoni debut di Beijing pada Juli tahun yang sama, pencapaian melaju hingga final Asian Para Games melampaui ekspektasi.

"Kita ini terhitung sebagai pasangan baru. Baru 2025 debut pertama, di Beijing, bulan Juli. Kalau sampai sekarang, hitungannya bahkan belum sampai dua tahun. Dan kita bersyukur sudah bisa sampai di final," lanjut Ken.

Bagi Arif, ajang ini menjadi pengalaman multicabang internasional pertamanya di panggung Asian Para Games. Ia tak menampik adanya tekanan tinggi serta tantangan cuaca selama di lapangan.

"Pengalaman pertama di Asian Para Games ini. Pressure panggung final sama di lapangan kualifikasi sangatlah berbeda jauh. Dan kondisi angin pun juga beda, cukup mengganggu," ungkap Arif.

Melampaui Target Tim Pelatih

Pelatih Para-Panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, menyampaikan apresiasi mendalam atas daya juang anak asuhnya. Hasil ini membuktikan potensi besar pasangan muda Indonesia di panggung Asia.

"Ini merupakan pengalaman pertama Ken dan Arif di nomor doubles men’s compound. Jadi ini Asian Para Games pertama mereka untuk kategori doubles. Untuk capaiannya sendiri sebenarnya sudah melebihi target, karena pada awalnya target kita perunggu untuk mereka," kata Rameez.

"Kami dari tim para panahan sangat mengapresiasi dua pemanah kita, Ken Swagumilang dan Arif Firmansyah, yang bisa berjuang sampai final," tambahnya.

Rameez juga menyoroti tantangan teknis terkait embusan angin di area final yang dinilai jauh lebih dinamis dibandingkan dengan lapangan kualifikasi. Namun, ia menekankan bahwa konsistensi Ken/Arif menjadi modal berharga untuk menghadapi ajang-ajang berikutnya.

Menatap Panggung Dunia dan Paralimpiade

Keberhasilan di Nagoya dijadikan pijakan untuk melangkah ke target yang lebih tinggi. Setelah sukses meraih emas di ASEAN Para Games Thailand, tim pelatih berencana memperbanyak jam terbang di partai final serta memperkuat pembinaan mental para atlet.

"Faktor teknik, disiplin, dan faktor mental yang terus ditempa itu merupakan hal utama dalam para panahan," tegas Rameez.

Senada dengan pelatih, Ken dan Arif telah menetapkan fokus utama untuk agenda besar tahun depan, termasuk perburuan tiket menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

"Di tahun depan ada dua event besar. Di ASEAN Para Games Malaysia, semoga kita mendapatkan medali emas untuk nomor ganda para compound putra. Kemudian ada juga World Championship, di situ ada rebutan tiket untuk ke Paralimpiade Los Angeles 2028. Semoga kita bisa mendapatkan medali atau mendapatkan tiket di situ," tutur Ken.

Peluang Tambah Medali Masih Terbuka

Perjuangan tim para-panahan Indonesia di Asian Para Games 2026 masih belum berakhir. Keran medali berpotensi terus bertambah dari nomor-nomor berikutnya:

  • Kamis, 22 Oktober 2026 (12.05 waktu setempat): Ken Swagumilang bersama Teodora Audi Ayudia Ferelly akan berlaga di babak semifinal beregu campuran compound melawan wakil China.
  • Jumat, 23 Oktober 2026 (09.50 waktu setempat): Kholidin dan Setiawan memperebutkan medali perunggu ganda putra recurve melawan Korea Selatan.
  • Jumat, 23 Oktober 2026 (13.15 waktu setempat): Kholidin bertanding kembali bersama Noviera Ross pada babak semifinal beregu campuran recurve menghadapi Iran.

"Kami tetap optimistis, karena ke depan masih memiliki beberapa nomor," pungkas Rameez menutup keterangannya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌