Bekali Guru Menjelang Pensiun, UMS Gelar Pelatihan Bisnis Snack

Kusumawati - Rabu, 21 Oktober 2026 10:44 WIB
Pelatihan membuat snack untuk bisnis menjelang pensiun untuk guru Muhammadiyah (Soloaja)

KLATEN (Soloaja.co) — Menjelang masa purna tugas, para guru Muhammadiyah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah dan Madrasah (K3SM) di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, mendapatkan pembekalan keterampilan praktis berupa pembuatan makanan ringan (snack) dan kue.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai langkah nyata mempersiapkan masa pensiun yang produktif, berdaya, dan bahagia.

Kegiatan pemberdayaan ini merupakan bagian dari program P2M Dosen-Tendik Berkontribusi bertajuk “Pelatihan Perencanaan Keuangan Keluarga dan Membuat Makanan Kecil sebagai Modal Menyambut Masa Pensiun Berdaya dan Bahagia bagi Guru Muhammadiyah di Bayat, Klaten”.

Dipimpin oleh Lusi Nuryanti, S.Psi., M.Si., Ph.D. sebagai ketua tim, pelatihan tersebut juga menghadirkan Ibu Umi sebagai trainer praktisi.

“Praktik pembuatan snack dan kue memberikan kesempatan bagi para tenaga pendidik untuk mengenal keterampilan pengolahan makanan yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan secara mandiri.” Ungkap Ketua Tim Pengabdian, Lusi Nuryanti.

Usaha kuliner rumahan dinilai sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kemampuan serta sumber daya yang dimiliki setiap peserta.

Selain itu, produk makanan ringan memiliki peluang pasar yang luas karena dapat dipasarkan melalui berbagai saluran, mulai dari tetangga sekitar, pesanan acara keluarga, hingga pemasaran digital lewat media sosial.

Kendati demikian, Lusi menekankan pentingnya memahami aspek kelayakan usaha, seperti menjaga kualitas produk, kebersihan proses produksi, pengemasan (packaging) yang menarik, hingga penghitungan biaya produksi secara presisi agar bisnis dapat berjalan profesional dan berkelanjutan.

Program yang dilaksanakan pada Sabtu (10/10/2026) ini dirancang secara terintegrasi dengan menggabungkan pelatihan perencanaan keuangan keluarga dan keterampilan produktif praktis.

Melalui pembekalan ini, diharapkan aktivitas pembuatan makanan kecil tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan, tetapi juga sarana menjaga kesehatan mental dan interaksi sosial. Masa pensiun pun tidak lagi dipandang sebagai akhir pengabdian, melainkan fase baru untuk tetap mandiri, aktif, dan berdaya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌