Sambut 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Gelar Malam Refleksi dan Youth Fest

Kusumawati - Senin, 26 Oktober 2026 17:06 WIB
Gerakan Solusi Indonesia siap gelar refleksi Sumpah Pemuda di Tugu Lilin Solo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Gerakan Solusi Indonesia (GSI) mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan hadir sebagai subjek aktif yang membawa solusi nyata bagi bangsa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui serangkaian kegiatan kepemudaan yang dirancang secara berkala dan inklusif.

Salah satu agenda terdekat adalah Malam Refleksi Menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda yang digelar di kawasan bersejarah Tugu Lilin, Penumping, Laweyan, Solo, pada Selasa (27/10/2026) malam. Acara ini sekaligus menjadi prakondisi menuju puncak acara GSI Youth Fest Hero Summit di GOR Indoor Manahan, Solo, pada Minggu (8/11/2026).

Dalam konferensi pers di Canting Londo Kitchen, Hotel Zigna Kampung Batik Laweyan, Senin (26/10/2026), CEO GSI Hendry Tri Asmoro menjelaskan bahwa Malam Refleksi dirancang sebagai wadah silaturahmi kebangsaan lintas elemen pemuda. Mengusung tema "Merawat Persatuan Pemuda untuk Menggerakkan Solusi Bangsa", kegiatan ini bertujuan memperkuat rasa persatuan sekaligus menggerakkan aksi nyata.

"Titik kumpulnya di Tugu Lilin. Kita kembalikan ke titik awal pergerakan. Harapannya, pemuda-pemuda ini bisa berkumpul kembali, mengingat perjuangan masa lalu, dan memunculkan semangat untuk bersatu," ungkap Hendry.

Ketua Pembina GSI, Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, menambahkan bahwa pemilihan Tugu Lilin kaya akan simbol sejarah pergerakan nasional. Pihaknya berkeinginan menjadikan refleksi ini sebagai agenda tahunan di Kota Solo.

"Kita berharap ini menjadi acara tahunan di Solo. Ini bisa menjadi ruang reuni para aktivis, para pejuang pemuda, dan berbagai kelompok anak muda," jelas Prof. Pujiyono.

Kemasan Refleksi Budaya dan Kolaborasi Seni

Berbeda dari perayaan seremonial pada umumnya, Malam Refleksi Sumpah Pemuda dikemas dalam suasana terbuka dan kreatif tanpa orasi kaku. Co-Founder GSI, Anas Syahirul, menyebutkan bahwa penyampaian gagasan kebangsaan disalurkan melalui beragam ekspresi seni.

Dewan Pakar GSI, Dr. Andina Elok, S.H., M.H., menambahkan bahwa kegiatan ini memadukan nilai filosofis, historis, dan akademis yang dibungkus secara apik melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, hingga aksi teatrikal mendalang.

"Ini bukan hanya sekadar seremonial belaka, tetapi merupakan kegiatan nyata. Ada unsur filosofis, historis, dan akademis yang dibungkus dalam suatu kegiatan seni," tutur Andina.

Bursa Kerja 40 Perusahaan Hingga Konser Ndarboy Genk di GSI Youth Fest

Rangkaian acara akan berlanjut ke puncaknya pada 8 November 2026 mendatang melalui GSI Youth Fest Hero Summit di GOR Indoor Manahan Solo. Agenda besar ini hadir memberikan solusi praktis bagi beragam kebutuhan anak muda, mulai dari pencarian kerja, pengembangan bisnis, hingga ekspresi kreativitas.

Anas Syahirul membeberkan bahwa GSI bakal menghadirkan Job Fair skala besar yang melibatkan 40 perusahaan guna menyerap tenaga kerja muda. Sementara itu, Dewan Pembina GSI, Dr. Zulkifli Gayo, S.Pt., M.M., menegaskan seluruh rangkaian acara dapat diakses masyarakat secara gratis.

"Kegiatan ini terbuka bagi pemuda dengan beragam minat. Tidak hanya bagi pencari kerja, tetapi juga yang ingin mengembangkan bisnis, mencari informasi beasiswa, atau menyalurkan kreativitas," terang Zulkifli.

Selain bursa kerja dan sesi sharing inspiratif bersama pemimpin muda, pengunjung GSI Youth Fest juga dapat menikmati festival kuliner UMKM, area photobooth, serta hiburan musik yang dimeriahkan oleh grup musik ternama, Ndarboy Genk.

Editor: Kusumawati

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌