Inovatif! Mahasiswa UNS Ajak Warga Petung Karanganyar Tanam Tomat Pakai Galon

Kusumawati - Minggu, 25 Oktober 2026 14:35 WIB
Tim Hibah Jarpak MBKM bekerja sama dengan Bina Desa HM Pelita Fakultas Pertanian UNS membina desa Petung Jatiyoso (Soloaja)

KARANGANYAR (Soloaja.co) – Lahan pekarangan yang terbatas bukan lagi penghalang untuk bercocok tanam. Hal inilah yang dibuktikan oleh masyarakat Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, melalui inovasi budidaya tomat menggunakan galon bekas berteknologi self-watering (penyiraman mandiri).

Aksi kreatif tersebut difasilitasi oleh Tim Hibah Pembelajaran Berdampak (Jarpak) HM Pelita dari mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, sebagai bagian dari Proyek Membangun Desa.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (7/10/2026) ini melibatkan masyarakat yang terbagi dalam empat kelompok dan tersebar di tiga lokasi, yakni Dusun Bajang Kulon, Dusun Bajang Wetan, dan Dusun Sengon.

Di masing-masing lokasi, warga diajarkan mempraktikkan langsung pembuatan wadah tanam berbahan galon Le Minerale 15 liter. Prinsip sistem self-watering ini mengandalkan kain flanel sebagai sumbu untuk mengalirkan air dari dasar galon ke media tanam. Hasilnya, kelembapan tanah tetap terjaga tanpa perlu disiram setiap hari.

Setiap kelompok berhasil membuat tiga wadah galon yang masing-masing diisi dua bibit tomat. Tanaman tersebut kemudian diserahkan kembali kepada kelompok warga untuk dirawat secara bergotong royong.

Selain menerapkan sistem self-watering, warga juga dibekali edukasi perawatan dengan menyemprotkan Pupuk Organik Cair (POC) secara rutin dua minggu sekali.

Untuk menambah semangat warga, tim penanggung jawab mengemas kegiatan ini dalam bentuk kompetisi antarkelompok. Tim Hibah Jarpak akan turun langsung memantau dan mencatat perkembangan tanaman setiap pekan sebagai bahan evaluasi. Pemenang lomba perawatan tomat terbaik ini nantinya akan diumumkan pada acara grand closing Bina Desa yang dijadwalkan pada Jumat (30/10/2026).

Ketua Tim Jarpak HM Pelita UNS, Hizbil Umran Taj Hibban, berharap praktik sederhana ini dapat menginspirasi masyarakat luas untuk diterapkan di rumah masing-masing.

"Galon yang biasanya berakhir menjadi sampah dapat dimanfaatkan kembali sebagai wadah tanam, sementara penggunaan POC membantu menghemat biaya pembelian pupuk. Dari pekarangan yang terbatas, masyarakat diharapkan bisa membangun kebiasaan bertani yang hemat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan," ujar Hizbil.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌