Dukung Pekerja Punya Rumah, BPJS Ketenagakerjaan Surakarta Dorong Manfaatkan MLT
SOLO (Soloaja.co) – Memiliki rumah sendiri masih menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan pekerja, khususnya mereka yang berpenghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR). Tingginya harga hunian serta besarnya nilai Uang Muka (DP) sering kali menjadi benteng penghalang.
Menjawab kebutuhan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta hadir membawa angin segar lewat program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan. Melalui program ini, para pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif berkesempatan mendapatkan fasilitas pembiayaan perumahan dengan suku bunga rendah, lengkap dengan subsidi bunga hingga 8,75 persen.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta, Dian Agung Senoaji, menegaskan bahwa MLT merupakan bentuk komitmen nyata BPJS Ketenagakerjaan dalam mendampingi serta meningkatkan derajat kesejahteraan pekerja beserta keluarganya.
- Sambangi Solo, Film PIYE TO KIH? Luncurkan Poster dan Trailer
- Inovatif! Mahasiswa UNS Ajak Warga Petung Karanganyar Tanam Tomat Pakai Galon
"Kami memahami bahwa memiliki rumah sendiri merupakan impian banyak pekerja. Melalui program MLT, kami berupaya memberikan solusi untuk dapat membantu pekerja mewujudkan impian tersebut," ujar Dian dalam keterangannya.
Skema Pembiayaan Lengkap: KPR, DP, Hingga Renovasi
Fasilitas MLT Perumahan dirancang secara fleksibel guna menyesuaikan berbagai ragam kebutuhan peserta di lapangan. Dian memaparkan tiga skema utama yang dapat dimanfaatkan peserta:
- Kredit Pemilikan Rumah (KPR) & Take Over: Peserta dapat mengajukan pinjaman KPR dengan plafon pembiayaan maksimal mencapai Rp500 juta dan tenor panjang hingga 30 tahun. Fasilitas ini juga berlaku bagi peserta yang hendak melakukan take over KPR.
- Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP): Bagi pekerja yang sudah menemukan rumah impian namun terkendala dana awal, tersedia fasilitas PUMP dengan nilai pembiayaan hingga Rp150 juta.
- Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP): Peserta yang ingin memperbaiki rumah tinggalnya agar lebih layak dan nyaman dapat memanfaatkan PRP dengan batas pinjaman maksimal Rp200 juta dan jangka waktu hingga 15 tahun.
Tak berhenti di situ, MLT juga menyediakan dukungan bagi iklim perumahan pekerja dengan memfasilitasi para pengembang (developer). Melalui Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja/Kredit Konstruksi (FPPP/KK), pengembang yang memenuhi kriteria dapat memperoleh pembiayaan hingga 80 persen dari nilai konstruksi di luar harga tanah.
- Solo Menuju Wellness City 2030, Pemkot Gelar Pekan Se.daya.di 2026
- Alumni DKV ISI Surakarta Kolaborasi Tabletoys Surabaya, Bedah Industri Boardgame
Gandeng Bank Mitra di Solo
Guna mempermudah alur pengajuan dan jangkauan layanan di wilayah Solo Raya, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta telah menjalin kemitraan erat dengan sejumlah perbankan nasional maupun daerah, antara lain Bank Jateng, Bank BTN, BSI, dan Bank BJB.
Dian mengimbau seluruh pekerja di Kota Solo dan sekitarnya untuk tidak ragu menggali informasi dan mulai merencanakan kepemilikan hunian sejak dini.
"Kami berharap program MLT bisa menjadi pilihan bagi pekerja yang ingin memiliki rumah sendiri. Mulailah dengan mencari informasi, merencanakan keuangan, dan memilih rumah sesuai kemampuan. Tidak harus langsung terwujud hari ini, yang penting pekerja sudah mulai merencanakan masa depan keluarganya," imbau Dian.
Layanan Informasi MLT: Bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang membutuhkan informasi lebih detail mengenai syarat dan mekanisme pengajuan program MLT Perumahan, dapat menghubungi langsung PIC MLT BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta.
