Syafii Efendi, Terpilih Presiden Islamic Young Economic Forum di Istanbul
ISTANBUL (Soloaja.co) – Gerakan ekonomi anak muda Islam global mendapat energi baru. Islamic Young Economic Forum (IYEF) resmi dideklarasikan di Istanbul, Turki, yang dihadiri perwakilan pemuda dari Pakistan, Azerbaijan, Turki, dan Indonesia.
Dalam deklarasi tersebut, tokoh pemuda Indonesia, Syafii Efendi, dipercaya memimpin organisasi baru ini sebagai Presiden, didampingi perwakilan dari Turki yang terpilih sebagai Sekretaris Jenderal.
Dalam sambutan perdananya, Syafii Efendi menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat persatuan yang ditunjukkan oleh anak-anak muda dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
- Sukoharjo Raih Rekor MURI: Pementasan Pakeliran Padat Pelajar Terbanyak
- Perjuangan Keluarga Sopir Proyek Bendungan Pidekso Berakhir, PT BRP Sepakati Santunan Layak
"Kami akan mengajak lebih banyak lagi anak-anak muda Islam dari berbagai negara untuk bergabung dan berjejaring, merapatkan barisan," tegas Syafii, menekankan pentingnya kolaborasi ekonomi antar-pemuda OKI.
Fokus Jadi Rumah Edukasi dan Kekuatan Baru
Islamic Young Economic Forum dibentuk dengan ambisi besar, yaitu menjadi rumah edukasi dan inkubasi bagi para start-up dan pengusaha-pengusaha pemula di dunia Islam. Organisasi ini diharapkan mampu membantu mereka bertumbuh dan berkembang menjadi pengusaha besar yang kompetitif di kancah global.
Dukungan penuh datang dari berbagai pihak. Hammad Kakar dari Pakistan, salah satu pembicara forum tersebut, menyambut baik inisiatif IYEF. Menurutnya, pemuda dan ekonomi adalah dua kekuatan utama yang harus dibangun secara fundamental oleh negara-negara Islam, termasuk Pakistan. Kakar juga menyatakan dukungannya agar Syafii Efendi fokus membangun IYEF menjadi kekuatan baru di dunia.
- Polemik Sarung Batik ASN Jateng Dilihat dari Semangat Tri Sakti Bung Karno
- Rayakan Natal, favehotel Solo Ubah Gulungan Karton Bekas Jadi Pohon Natal Unik
Tolak Jadi Pasar, Saatnya Jadi Penentu
Syafii Efendi juga menyoroti kondisi geopolitik ekonomi saat ini, di mana dunia Islam seringkali hanya dijadikan sasaran pasar oleh kekuatan ekonomi global.
Saat dikonfirmasi oleh awak media, Syafii menyampaikan pesan tegas: "Kita tak boleh lagi menjadi penonton dan pasar. Kita mesti menjadi pemain dan penentu di sebuah pasar yang besar, khususnya negara-negara Islam yang populasinya begitu besar."
Dengan kepemimpinan pemuda Indonesia di IYEF, diharapkan kolaborasi ekonomi dan wirausaha di antara negara-negara OKI dapat terjalin lebih erat, mengubah lanskap ekonomi global di masa depan. (/*)
