Sukoharjo Raih Rekor MURI: Pementasan Pakeliran Padat Pelajar Terbanyak

Kusumawati - Jumat, 28 November 2025 11:15 WIB
Bupati Sukoharjo menerima penghargaan Rekor MURI dalang pelajar terbanyak dalam peringatan Hari Wayang (Humas Kabupaten Sukoharjo)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Kabupaten Sukoharjo mencatatkan prestasi gemilang di kancah nasional dalam upaya pelestarian seni budaya. Bupati Sukoharjo, Hj. Etik Suryani, SE., MM., pada Kamis (27/11), secara resmi menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) di Jakarta.

Penghargaan bernomor 12530/R.MURI/XI/2025 tersebut diberikan atas keberhasilan daerah ini menggelar “Pementasan Pakeliran Padat oleh Pelajar dan Mahasiswa Terbanyak,” sebuah kegiatan masif yang melibatkan total 58 dalang, 120 pengrawit, dan 30 swarawati dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Piagam MURI ini ditandatangani oleh Ketua Umum MURI, Prof. Dr. (H.C.) KP Jaya Suprana.

Puncak Hari Wayang Nasional

Penganugerahan MURI ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Wayang Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo. Rangkaian acara berlangsung selama satu pekan penuh, yakni pada 21 hingga 27 November, bertempat di Taman Budaya Suryani.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Tujuan utama rangkaian ini adalah mendorong regenerasi seniman muda, menumbuhkan rasa bangga terhadap seni budaya lokal, serta memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai filosofi wayang,” papar Havid.

Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam menjaga seni tradisi, dibuktikan dengan suksesnya mobilisasi generasi muda dalam jumlah besar.

“Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan bagi Kabupaten Sukoharjo, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus menjaga keberlanjutan seni wayang sebagai warisan budaya adiluhung,” imbuh Havid.

Seluruh rangkaian kegiatan pelestarian wayang kulit ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025 melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS