OYO Bakal Tambah 400 Hotel Premium di Indonesia
NEW DELHI (Soloaja.co) - OYO, Jaringan pemesanan hotel low budget asal India, berencana menambah jumlah hotel segmen premiumnya di Indonesia. OYO menargetkan jumlah jaringan hotel premium mencapai 400 buah dari target awal 200 pada akhir 2023.
Keputusan OYO menggandakan jumlah jaringan hotelnya dikarenakan perusahaan melihat banyaknya permintaan untuk akomodasi premium. Selain itu, permintaan ini diprediksi bakal naik pada 2023.
- Deprindo Prediksi Pertumbuhan Rumah Subsidi Di Wilayah Soloraya Naik 300 Persen
- Ketua DPD II Golkar Solo Diberhentikan, Tugas Diambil Alih Bupati Karanganyar
Adapun penambahan jaringan Hotel bakal dilakukan dengan melakukan perpaduan tujuan yang biasa menjadi destinasi bisnis seperti Jabodetabek, Jawa dan Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, OYO mengatakan bahwa perusahaan telah melakukan upaya intensif untuk mengidentifikasi properti premium di semua wilayah utama.
Selain itu, perusahaan juga melakukan upaya penuh untuk bergabung dan melengkapi mereka dengan alat teknologi terbaru guna meningkatkan visibilitas mereka. Alhasil, pada gilirannya hal tersebut meningkatkan pendapatan perusahaan.
- Kisruh Tukar Guling Lahan Pasar Babadan Klaten, Pemdes Teloyo Eksekusi Lahan Tapi Tidak Bisa Tunjukkan Sertifikat Kepemilikan
- 1.578 Mahassiswa Ikuti Sumpah Profesi Guru, Rektor UMS: Guru Profesional adalah Guru yang Dirindukan
Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan salah satu cabang andalan bagi OYO dalam hal skala dan ekonomi unit. Setelah PSBB di Indonesia dibebaskan, bisnis OYO di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil.
Pada tahun 2022, Indonesia mencatat adanya 633 juta hingga 703 juta perjalanan wisatawan domestik. Pada tahun ini, kementerian pariwisata menargetkan akan ada setidaknya 7,4 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,2-1,4 miliar pergerakan wisatawan domestik.
CEO Global, Asia Tenggara dan Timur Tengah untuk OYO juga membeberkan bahwa bulan lalu, Oyo telah melayani 253 perusahaan pada tahun 2022. Angka ini tumbuh pesat dibandingkan dengan 75 perusahaan pada tahun 2021 yang mencatat pertumbuhan tahun-ke-tahun sebesar 237%. (*)
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Rizky C. Septania pada Senin, 13 Februari 2023.