Dies Natalis Ke-46 Unisri: Sinergi Merawat Keadilan
SOLO (Soloaja.co) — Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta sukses menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-46 di kampus setempat, Kamis (26/6).
Agenda sakral yang mengusung tema "Menjaga Konstitusi, Merawat Keadilan: Kolaborasi Mahkamah Konstitusi dan Perguruan Tinggi Dalam Negara Hukum Demokratis" tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI periode 2023-2028, Dr. Suhartoyo, S.H., M.H., yang bertindak sebagai orator ilmiah.
Dalam laporan tahunannya, Rektor Unisri Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tamu undangan, khususnya Ketua MK RI yang berkenan hadir memberikan orasi ilmiah sekaligus menerima penghargaan bergengsi Bhakti Justisia Unisri. Rektor juga menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah, dunia usaha, serta para mitra strategis yang selama ini bersinergi dengan Unisri.
- BPJS Ketenagakerjaan Karanganyar Kejar Target Universal Coverage Jamsostek
- OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Ceper Permata Artha
"Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah memberikan dukungan dan support dalam acara Dies Natalis Unisri ke-46 ini," ujar Prof. Sutoyo.
Tak lupa, Prof. Sutoyo memberikan penghormatan khusus berupa penghargaan kepada pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi dari masa ke masa serta para rektor terdahulu. Menurutnya, fondasi kuat yang diletakkan para pendahulu menjadi penentu keberlanjutan kampus hingga tumbuh pesat seperti saat ini.
"Berkat beliau-beliau inilah yang meletakkan fondasi awal sehingga Unisri sampai saat ini bisa lanjut dan berkembang," katanya.
Prof. Sutoyo memaparkan bahwa Unisri kini mengusung visi besar untuk menjadi universitas berkualitas di tingkat Asia Tenggara yang berlandaskan nilai Pancasila dan nilai-nilai Slamet Riyadi. Untuk mencapainya, ekosistem kampus menerapkan budaya kerja 'SUPER', yang merupakan akronim dari Smart, Unity, Power, Ethics, dan Responsibility.
"Budaya SUPER berarti bekerja dengan cerdas dan profesional, bersatu untuk maju, bekerja cepat, tepat dan responsif, berlandaskan nilai Pancasila, serta penuh tanggung jawab," urainya.
Saat ini, Unisri telah menaungi enam fakultas dengan total 21 program studi (prodi), yang terdiri atas 17 program sarjana, tiga program magister, dan satu program profesi. Empat prodi di antaranya telah berhasil mengamankan predikat akreditasi Unggul, yakni PPKn, Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, dan Magister Administrasi Publik.
- Tim Pembina Sukoharjo Gandeng ‘Gatotkaca Literasi' Sosialisasi SPM Posyandu
- Jangan Cemas! Jaminan Kehilangan Pekerjaan Hadir Beri Perlindungan dan Harapan
Tren positif juga terlihat jelas pada sektor akademik dengan lonjakan mahasiswa baru yang sangat signifikan. Pada tahun akademik 2023/2024, tercatat 1.871 mahasiswa baru, melonjak drastis menjadi 3.525 pada 2024/2025, dan kokoh di angka 2.723 mahasiswa pada 2025/2026. Di sisi lain, riset internal juga menguat dengan torehan 150 penelitian domestik serta berbagai kolaborasi ilmiah berskala internasional pada tahun akademik ini.
Sementara itu, Ketua MK RI Dr. Suhartoyo, S.H., M.H., dalam orasi ilmiahnya yang memukau menegaskan bahwa menjaga konstitusi dan merawat keadilan bukan semata tugas hakim peradilan, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa, termasuk civitas akademika. Penghargaan Bhakti Justisia yang diterimanya dinilai sebagai amanah publik untuk terus menjaga integritas peradilan.
"Mahkamah Konstitusi tidak hidup dari pujian, melainkan dari integritas, argumentasi, dan kepercayaan publik. Perguruan tinggi tidak cukup hanya membumi dan mengglobal, tetapi juga harus berkonstitusi. Kampus harus menjadi ruang tumbuhnya akal sehat publik dan benteng dari kesewenang-wenangan," tegas Suhartoyo.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan akademisi dalam peradilan konstitusi sebagai ahli atau pengkaji putusan agar perdebatan hukum tidak jatuh menjadi sekadar pertentangan politik. Lebih lanjut, Suhartoyo mengajak kampus memperkuat tiga peran konstitusionalnya: sebagai penjaga akal sehat konstitusional, laboratorium kewargaan, dan mitra peradaban hukum.
- AI Bisa Manfaatkan UMKM Lebih Produktif dan Cuan, Ini Caranya
- FK UMS Raih Akreditasi Internasional Penuh Delapan Tahun
Ia pun melontarkan pesan mendalam yang memantik riuh tepuk tangan peserta rapat: "Tidak semua yang populer itu benar. Tidak semua yang viral itu konstitusional," ungkapnya.
Menutup orasinya, Suhartoyo menyoroti tantangan masa depan era digital, seperti kecerdasan buatan (AI) dan perlindungan data pribadi, yang memerlukan sinergi ketat antara MK dan kampus agar Indonesia tetap tegak sebagai negara hukum yang demokratis dan bermartabat.
Di tempat yang sama, Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi, Nuroso Bambang Wasisto Utomo, memaparkan langkah pembenahan kelembagaan melalui reformasi sistem remunerasi dan tata anggaran terstruktur sejak Januari 2022 guna mendongkrak kinerja institusi.
Apresiasi mendalam juga mengalir dari Ketua LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. Ia menyatakan bahwa usia 46 tahun merupakan momentum refleksi strategis. "Dies Natalis ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, tetapi saat yang tepat untuk mengenang perjalanan yang telah dilalui sekaligus meneguhkan langkah-langkah menghadapi masa depan," pungkasnya.
Rangkaian upacara Dies Natalis ke-46 ini ditutup dengan khidmat melalui prosesi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta penyerahan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berjasa bagi kemajuan daerah dan bangsa.
