Wujudkan Solo Wellness City, Festival SUARAGA Hadirkan MALIQ & D’Essentials

Sabtu, 27 Juni 2026 18:17 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001827163.jpg
Walikota Solo Respati saat konferensi pers Festival SUARAGA (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Taman Balekambang Solo bersiap menjadi saksi perhelatan akbar Festival SUARAGA yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu–Minggu (4–5/7).

Mengusung semangat "Pagi untuk Raga, Malam untuk Suara", festival ini mengolaborasikan unsur musik, kebugaran, budaya, kreativitas, hingga aktivitas komunitas dalam satu ruang.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, dalam konferensi pers menyatakan bahwa SUARAGA dirancang sebagai bagian dari langkah strategis untuk membangun identitas baru Kota Solo dengan tetap berpijak pada kekayaan budaya lokal. Festival ini mempertemukan tiga unsur utama, yakni suara, raga, dan karya yang diintegrasikan dengan nilai-nilai budaya Jawa.

"SUARAGA ini hadir untuk Kota Solo, membangun brand Solo sebagai Wellness City pada 2030 mendatang. Lewat agenda ini, Pemerintah Kota Surakarta sekaligus memperkenalkan konsep Jawa Wellness, sebuah pendekatan kebugaran yang berfokus pada keseimbangan fisik, pikiran, jiwa, kehidupan sosial, hingga lingkungan," ujar Respati.

Pemilihan Taman Balekambang sebagai lokasi acara dinilai sangat representatif. Kawasan hijau bersejarah yang dibangun pada masa KGPAA Mangkunegara VII ini dinilai ideal untuk memayungi rangkaian kegiatan, mulai dari aktivitas kebugaran di pagi hari, pameran kreatif pada siang hari, hingga panggung musik pada malam hari.

Mengenai anggaran, Respati menegaskan bahwa penyelenggaraan utama SUARAGA tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surakarta secara langsung. Pihak pemkot mengambil peran dalam memberikan fasilitasi, koordinasi, hingga keringanan penggunaan lokasi di Taman Balekambang.

Festival ini diharapkan mampu membawa dampak turunan (multiplier effect) bagi perekonomian Solo, seperti mendongkrak kunjungan wisatawan, meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan sektor kuliner dan ekonomi kreatif, serta berkontribusi pada pendapatan daerah. Respati berharap SUARAGA menjadi milestone atau tonggak awal lahirnya berbagai gerakan kreatif berkelanjutan dari para pelaku usaha dan kreator lokal.

Perwakilan Suaraga sekaligus COO MADHAUS Suherman Soemardi menjelaskan Kota Solo melalui Suaraga ingin menunjukkan bahwa budaya Jawa dapat terus berkembang dan dipadukan dengan musik, kreativitas, aktivitas komunitas, serta gaya hidup sehat.

“Kami melibatkan anak muda Solo yang haus ruang ekspresi dan jejaring kreatif, wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang ingin mendapatkan pengalaman otentik, dan pemerintah serta sponsor yang ingin mendukung kota masa depan,” ujar dia.

Menurut dia, Suaraga dilakukan melalui medium city branding, creative event,  ecosystem, dan social media. Pada hari pertama, panggung musik Suaraga akan menghadirkan Barasuara, Nadhif Basalamah, SORE, Silampukau, serta Man Osman bersama Traffic Jam dalam Special Keroncong Set.

Sajikan Kolaborasi Musik dan Wellness

Secara konsep, unsur raga dalam festival ini akan diwujudkan melalui rangkaian yoga, mat pilates, Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), hingga *dance cardio*. Rangkaian olahraga ini akan melibatkan instruktur dan figur publik ternama seperti Anjasmara, Amanda Tasning, Debbie dan Deecee, Sazou Gautama, Rindu dan Carissa bersama Ify Alyssa, Tari, serta Laila Munaf, Meiske, dan Wulan.

Selain itu, hadir pula Atsiri Jawa yang membawa Premium Wellness Experience melalui program Beksan Laku Jawi, Laras Wening, dan Racik Candra, sebuah pengalaman kebugaran tradisional melalui kombinasi gerak, rasa, aroma, dan ketenangan.

Sementara untuk unsur karya, pengunjung akan disuguhi instalasi seni, pasar kreatif, kuliner, dan ruang interaksi komunitas.

Memasuki sore hingga malam hari, unsur suara akan mendominasi panggung utama dengan penampilan bertabur bintang. Pada hari pertama, penonton akan dihibur oleh Barasuara, Nadhif Basalamah, SORE, Silampukau, serta kolaborasi Man Osman bersama Traffic Jam dalam Special Keroncong Set.

Kemeriahan berlanjut di hari kedua dengan performa dari MALIQ & D’Essentials, ALI, FSTVLST, Fanny Soegi, hingga UCUPOP. Melalui penyelarasan ini, SUARAGA ingin membuktikan bahwa esensi budaya Jawa mampu beradaptasi dan tampil selaras dengan tren gaya hidup sehat serta industri hiburan modern.