Guru Honorer
Senin, 26 Januari 2026 18:05 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

WONOGIRI (Soloaja.co) – Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Wonogiri, Pandri Prabowo, menegaskan pihaknya kini memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) menyusul insiden keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di empat kecamatan, yakni Wonogiri Kota, Slogohimo, Jatisrono, dan Ngadirojo.
Berdasarkan hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Wonogiri, keracunan tersebut disebabkan oleh bakteri E. coli dan Salmonella. Guna mencegah kejadian serupa, SPPI kini mewajibkan penggunaan air mineral bermerek yang memiliki izin PIRT dan sertifikasi halal untuk proses produksi di seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kami memperketat pengawasan kinerja SPPG sesuai SOP. Kebersihan menjadi prioritas utama," tegas Pandri, Senin (26/1).
Standar Sterilisasi Dapur
Beberapa poin krusial yang kini wajib dipenuhi oleh SPPG meliputi pemisahan alat masak untuk daging dan sayur guna mencegah kontaminasi silang. Selain itu, fasilitas dapur harus memiliki gudang kering dan basah yang terpisah, serta ruang pemorsian ber-AC. Lokasi dapur juga dilarang berdekatan dengan kandang ternak.
Aspek higienitas personel juga tak luput dari pengawasan. Seluruh relawan wajib melewati tes kesehatan (bebas TBC dan Narkoba) serta mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat bekerja.
Kejar Target 110 Unit
Saat ini, Wonogiri baru memiliki 62 unit SPPG yang melayani sekitar 172 ribu penerima manfaat. Pandri menargetkan penambahan 48 unit baru sepanjang tahun 2026 untuk mencapai target ideal 110 unit.
"Kami rutin melakukan inspeksi mendadak. Jika ditemukan pelanggaran standar operasional, kami tidak segan menegur keras Kepala SPPG demi menjamin keamanan konsumsi masyarakat," pungkasnya.
Bagikan