FSRD ISI Solo Eksplor Potensi Museum Sangiran
SOLO (Soloaja.co) – Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Solo melakukan langkah strategis untuk memperkuat pemaknaan warisan budaya melalui pendekatan kreatif. Pada Jumat (23/1), rombongan FSRD menyambangi Museum Manusia Purba Sangiran guna menjajaki peluang kolaborasi lintas sektor.
Kunjungan yang berlangsung di Museum Klaster Krikilan ini dipimpin langsung oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FSRD ISI Solo, Nur Rahmat Ardi Candra Dwi Atmaja. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Penanggung Jawab Museum Klaster Krikilan, Marlia Yulianti Rosyidah.
- Mosaling Solusi Inovasi Kebersihan dan Bencana di Plumbungan
- Sukses Besar! Partisipasi by.U KOREA KAJA Vol.2 Naik 97,8%
Sangiran Sebagai Laboratorium Visual
Visual
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mengeksplorasi potensi Sangiran sebagai sumber inspirasi seni dan desain. Candra menegaskan bahwa kekayaan narasi prasejarah di Sangiran adalah "harta karun" konseptual bagi mahasiswa.
"Kami melihat Sangiran bukan hanya sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai ruang belajar terbuka yang kaya inspirasi. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang proyek kreatif, pameran, hingga riset berbasis seni yang melibatkan mahasiswa," ungkap Candra.
- Terbaik! Jendi Pangabean Borong 7 Emas APG Thailand
- PDAM Toya Wening Solo Targetkan 4.000 Sambungan Baru
Pendekatan Segar untuk Generasi Muda
Senada dengan hal tersebut, Marlia Yulianti Rosyidah menyambut baik kehadiran FSRD sebagai mitra dalam mengemas edukasi museum. Menurutnya, tantangan terbesar museum saat ini adalah bagaimana tetap relevan bagi generasi muda.
"Museum tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana generasi sekarang memaknainya kembali. Kehadiran FSRD membawa perspektif baru yang segar, terutama dalam mengemas edukasi prasejarah lewat pendekatan visual dan artistik," jelas Marlia.
Program Berkelanjutan
Sinergi ini diproyeksikan tidak hanya berhenti pada kunjungan seremonial, namun akan berlanjut pada program-program konkret seperti:
* Workshop Kreatif: Berbasis koleksi dan narasi prasejarah.
* Pameran Kolaboratif: Menampilkan karya seni yang terinspirasi dari situs Sangiran.
* Pengembangan Media Edukasi: Inovasi desain informasi agar pesan sejarah lebih kontekstual dan menarik bagi publik luas.
Melalui kerja sama ini, diharapkan peran seni dan desain dapat menjadi jembatan yang kuat dalam mendukung pelestarian serta pemaknaan warisan budaya dunia secara lebih dinamis di masa depan.
