Pastikan MBG Higienis,Satgas Sukoharjo Ajak Warga Ikut Awasi
SUKOHARJO (Soloaja.co) – Merespons viralnya aksi protes terkait kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Sukoharjo bergerak cepat.
Ketua Satgas MBG Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, resmi menerbitkan surat edaran tegas guna menjamin higienitas dan transparansi program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Eko Sapto menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap saran dan kritik masyarakat demi memperbaiki derajat gizi anak sekolah. Sebagai langkah konkret, Satgas mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk kembali aktif di media sosial sebagai sarana laporan publik.
- BEI Jateng II Sasar SMA, Targetkan 4 Galeri Investasi Baru
- Polres Sukoharjo Raih Penghargaan Nasional TRC PPA
Wajib Unggah Menu, Harga, dan Rincian Gizi
Dalam edaran tersebut, setiap SPPG diinstruksikan untuk mengunggah foto menu harian yang dibagikan. Unggahan tersebut wajib menyertakan label harga dan rincian kandungan gizi agar masyarakat dapat ikut mengawasi kelayakan makanan.
"Kami ingin masyarakat menilai langsung apakah menu tersebut sudah amanah atau belum. Selain itu, kami melarang penggunaan kantong plastik sederhana. Wadah harus higienis, bisa menggunakan thinwall atau tempat sejenis," ujar Eko Sapto, Selasa (3/3/2026).
Pengawasan 360 Derajat oleh Masyarakat
Satgas mengajak warga untuk tidak ragu mendokumentasikan menu yang diterima. Jika ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat diminta melaporkan secara detail lokasi dapur dan kecamatannya melalui media sosial.
- Yunika, Mahasiswa Biologi UMS Lolos Magang di SEAMEO BIOTROP
- Polres Sukoharjo Bagikan 800 Paket Takjil Buka Bersama Warga
"Kami akan sisir dan tindak lanjuti setiap laporan. Yang tidak bagus akan segera dikoreksi, sementara yang sudah baik akan kami apresiasi. Ini adalah upaya pengawasan 360 derajat agar pelayanan tetap prima," tegasnya.
Investasi Gizi dan Ekonomi Lokal
Program MBG di Sukoharjo diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk mencegah stunting sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
"Harapan kami program ini sukses meningkatkan derajat hidup masyarakat dan menjadi investasi terbaik bagi masa depan anak-anak kita," pungkas Eko Sapto.
