Wamendag Dyah Roro Akselerasi Ekspor Kerajinan Rotan Trangsan

Jumat, 04 September 2026 13:25 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002085219.jpg
Wamendag RI Dyah Roro Esti didampingi Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo meninjau produksi kerajinan rotan Reka Desain Furniture di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak. (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Kementerian Perdagangan RI siap menjembatani para pelaku industri kreatif daerah untuk menembus ceruk pasar internasional secara masif. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, saat meninjau langsung alur produksi sentra kerajinan rotan Reka Desain Furniture di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (4/9).

Didampingi Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo beserta jajaran dinas terkait dan pemerintah desa setempat, kunjungan kerja ini bertujuan untuk memastikan kesiapan produk kriya lokal dalam menghadapi persaingan pasar global.

Dampak Ekonomi dan Potensi Pasar Internasional

Dalam peninjauannya, Wamendag Dyah Roro Esti memberikan apresiasi tinggi terhadap Reka Desain Furniture dan ekosistem industri rotan di Desa Trangsan yang terbukti memberikan multiplier effect signifikan bagi perekonomian daerah:

  • Pemberdayaan Ekosistem Lokal: Industri kriya di kawasan ini mampu menggerakkan sekitar 200 UMKM pendukung serta menyerap ribuan tenaga kerja pengrajin lokal.
  • Penetrasi Pasar Mancanegara: Kualitas produk rotan Trangsan telah teruji di tingkat global, dengan jangkauan ekspor yang berhasil menembus pasar Eropa melalui pintu masuk Belanda.

“Keberadaan industri kriya ini memberikan dampak ekonomi berantai (multiplier effect) yang sangat nyata bagi masyarakat sekitar. Selain menggerakkan sekitar 200 UMKM pendukung, sektor ini juga menyerap tenaga kerja hingga ribuan pengrajin lokal.” Ungkap Wamendag. 

Dukungan Fasilitasi Kementerian Perdagangan

Sebagai langkah nyata memperluas penetrasi pasar, Wamendag mendorong para pengusaha rotan di Sukoharjo untuk memaksimalkan gelaran pameran dagang terbesar nasional, Trade Expo Indonesia (TEI). 

Kemendag berkomitmen memfasilitasi temu bisnis (business matching) dengan memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan luar negeri yang tersebar di 33 negara, baik melalui Atase Perdagangan maupun Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Strategi Pemkab Sukoharjo: Regenerasi dan Pasar Domestik

Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap potensi industri kreatif lokal. Pemkab Sukoharjo terus berkomitmen mendampingi para pelaku usaha dan memperkuat Desa Trangsan sebagai destinasi desa wisata industri rotan.

Untuk menjaga keberlanjutan industri dan mencegah punahnya keahlian langka ini, Pemkab Sukoharjo tengah merancang penguatan kurikulum kriya pada jenjang pendidikan daerah guna memastikan regenerasi pengrajin muda tetap berjalan. 

“Di samping fokus pada pasar ekspor, Pemkab juga menekankan pentingnya penguatan pasar domestik secara seimbang sebagai pondasi ketahanan ekonomi daerah.” Kata Eko Sapto. 

Pemilik Reka Desain Furniture, Suryanto, mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Fasilitasi pameran serta temu bisnis dari Kemendag diharapkan mampu membuka akses pasar baru yang lebih luas, sehingga kriya rotan Nusantara kian berjaya di panggung internasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.