Harpelnas 2026, Dirut BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Pelayanan Prima

Kusumawati - Jumat, 04 September 2026 10:19 WIB
Dirut BPJS ketenagakerjaan Saiful Hidayat melayani pelanggan dalam event Harpelnas 2026 di BPJS ketenagakerjaan cabang Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar memberikan perlindungan risiko kerja, tetapi juga mendampingi ahli waris peserta hingga kembali mandiri secara ekonomi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan layanan langsung dan pendampingan usaha berbasis program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, turun langsung memberikan pelayanan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) serta berdialog dengan peserta di Kantor Cabang Surakarta, Jumat (4/9/2026).

Ia menegaskan bahwa jaminan sosial Ketenagakerjaan mengusung prinsip Value Beyond Protection melalui strategi 3M: Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan.

"Hari Pelanggan Nasional bagi kami merupakan momentum melihat secara langsung di lapangan bagaimana peserta dan ahli waris merasakan layanan. Melalui program PEKA dengan prinsip 3P—Pelatihan, Produktif, dan Profit—kami ingin memastikan santunan yang diterima tidak habis untuk kebutuhan konsumtif, melainkan menjadi modal produktif," ujar Saiful.

Saat menyapa dan melayani pelanggan secara langsung Dirut BPJS ketenagakerjaan juga didampingi Kepala Kanwil BPJS ketenagakerjaan Jawa Tengah Cahyaning Indriasari, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Dian Agung Senoaji dan Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani.

Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan turut memamerkan produk UMKM hasil olahan para penerima manfaat program PEKA. Salah satunya adalah usaha frozen food milik Yani, seorang ahli waris peserta yang berhasil bangkit dan merintis usaha mandiri setelah mendapatkan pelatihan serta pendampingan bisnis.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani. Menurutnya, pelayanan menjadi salah satu tolok ukur penting di tengah masyarakat yang semakin cerdas dalam memperoleh informasi dan menilai kualitas pelayanan yang mereka terima. Ia pun mengapresiasi kemudahan proses klaim JHT yang disaksikannya secara langsung, termasuk layanan yang dapat diakses peserta tanpa calo maupun biaya tambahan.

“Saya kira juga BPJS Ketenagakerjaan sudah memberikan contoh yang sangat baik, tadi kami menyaksikan secara langsung juga pak Dirut hadir, langsung melayani,” ujar Astrid.

Tak hanya dari sisi pelayanan dan perlindungan, Astrid menilai upaya pemberdayaan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan juga membuka ruang sinergi yang lebih luas dengan Pemerintah Kota Surakarta.

“Kami juga memandang bahwa Komitmen yang dijalankan tidak hanya dari sisi perlindungan, tetapi juga pelayanan dan pemberdayaan. Di sini menjadi bagian dari sinergi nyata bagi kami pemerintah kota Surakarta,” kata Astrid.

Menurutnya, kehadiran UMKM penerima manfaat PEKA dalam rangkaian Harpelnas menjadi salah satu bentuk nyata pemberdayaan tersebut. Hal ini dinilai sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kota Surakarta, di antaranya Rumah Siap Kerja dan UMKM Center, yang ke depan berpotensi untuk disinergikan bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS