Atasi Krisis Air Bersih, BAZNAS Sukoharjo Salurkan Bantuan Tandon dan Sumur Bor
SUKOHARJO (Soloaja.co) — Pemkab Sukoharjo bersama BAZNAS dan BPBD menyerahkan empat tandon air masing-masing berkapasitas 5.500 liter dan satu sumur bor untuk membantu warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Weru dan Bulu, Senin (24/8/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo bersama jajaran BAZNAS, BPBD, dan Dinsos. Selain bantuan infrastruktur air, Pemkab juga memfasilitasi distribusi air bersih di empat titik wilayah terdampak.
- PT Kavling Rumah Syariah Indah Tawarkan Hunian dan Kavling Tanpa Bunga
- Polres Sukoharjo & Polda Jateng Dorong Deteksi Dini Kaki Pengkor
“Bantuan ini merupakan bagian dari upaya memastikan amanah zakat dan infak masyarakat dapat diterima langsung oleh warga yang membutuhkan. Peninjauan lapangan ini juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi dan persoalan warga di tengah meluasnya dampak kekeringan.” Kata Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo.
Wakil Ketua 1 BAZNAS Sukoharjo Sofwan Faisal Sifyan menjelaskan, empat unit tandon air senilai Rp45 juta tersebut disalurkan ke lima titik penerima. Rinciannya, satu unit ditempatkan di Kecamatan Weru dan tiga unit di Desa Kunden, Kecamatan Bulu.
“BAZNAS juga membangun satu sumur bor senilai Rp65 juta yang dilengkapi mesin pompa seharga Rp2 juta. Baznas turut menyiapkan deposit pasokan air bersih melalui kerja sama dengan PDAM dan BPBD.” Ungkap Faisal.
- Mengapa Karhutla Marak di Sumatera dan Kalimantan? Kenali Penyebabnya
- SD Muhammadiyah 1 Solo Peringati Maulid dan Galang Donasi Bencana NTT
Warga yang membutuhkan pasokan air maupun fasilitas tandon dan sumur bor dapat mengajukan permohonan kepada Plt Bupati dengan rekomendasi BPBD.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyoatmojo mengungkapkan kekeringan saat ini telah melanda sembilan desa di tiga kecamatan dengan dampak mencapai 970 kepala keluarga atau sekitar 3.300 jiwa.
“Hingga Senin, BPBD bersama mitra telah menyalurkan 231 tangki air bersih dengan total volume mencapai 1.266.500 liter.” Jelas Ariyanto.
Ariyanto mengimbau perusahaan yang menyalurkan program CSR maupun relawan untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan BPBD agar distribusi bantuan merata dan tidak menumpuk di satu wilayah.
