GKJ Danukusuman
Rabu, 03 Agustus 2022 09:26 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi
SOLO (Soloaja.co) – Kota Solo memiliki ikon baru rumah peribadatan Gereja dengan desain cukup unik, yakni menyerupai Bahtera Nabi Nuh. Yakni gedung gereja bari milik GKJ Danukusuman.
Setelah dua tahun proses pembangunan, akhirnya gereja yang ada di Jalan Dewi Sartika tersebut diresmikan oleh Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, disaksikan sejumlah pejabat Forkopimda dan juga Anggota DPRRI Eva Yuliana, pada Selasa 2 Agustus 2022.
“Silahkan berkegiatan. Meski masih dalam situasi pandemi, namun silahkan bapak ibu jika menyelenggarakan acara dapat berlangsung secara normal, kapasitas gereja sekitar 600 orang monggo silahkan diatur. Tidak perlu pembatasan terlalu ketat, yang penting jamaat yang belum booster segera booster nanti biar diatur oleh pak camat, lurah, puskesmas setempat,” kata Gibran.
Walikota secara simbolis meresmikam Pembangunan gereja dengan pemotongan untaiam melati dan penandatanganan prasasti didampingi Komandan Kodim 0735/Solo, Letkol Inf. Devy Kristiono dan perwakilan dari Kapolresta Surakarta.
Dijelaskan Pendeta Uri Christian Sakti Labeti, S.Si.,M.Sn, Pembangunan GKJ Danukusuman yang menelan biaya sebesar Rp 8 miliar ini mengambil filosofi bahtera Nuh sebagai bahtera penyelamatan.
“GKJ Danukusuman juga mengikuti filosofi jawa yaitu ajur dan ajer, ajur dalam arti kita harus merendahkan hati sehingga tidak ada hal yang bisa kita banggakan dan membuat kita sombong, dan ajer yaitu ingin berbaur dengan semua masyarakat lintas iman dan juga berbaur dengan budaya jawa.” Ungkap Pendeta Uri.
Filosofi tersebut diwujudkan dengan bangunan kompleks gereja yang tidak berpagar agar masyarakat yang ingin menggunakannya untuk berkegiatan pihak gereja akan menyambut dengan suka cita.
Sementara itu, Eva Yuliana anggota DPRRI dari Fraksi Nasdem yang ikut hadir mengucapkan selamat pada seluruh umat dan pendeta GKJ Danukusuman, kita turut bersyukur pembangunan berjalan lancar.
“Tema bangunan ini adalah bahtera atau kapal yang memiliki makna dalam, tempat untuk berkumpul dan mengarungi lautan bersama untuk membawa menuju keadaan atau pribadi yang lebih baik.” Ungkap Eva Yuliana.
Eva mengaku cukup dekat dengan umat GKJ Danukusuman, dan memiliki ikatan batin yang kuat dengan umat dan majelis, bahkan jauh sebelum ia menjadi anggota DPRRI. Bahkan menjelang Hari Natal maupun event tertentu, Eva sering bersilaturahmi dan saling bertukar pikiran dengan umat Kristiani.
“GKJ Danukusuman ini memiliki harapan bisa menularkan nilai pluralisme, tidak sekedar gereja tapi juga menjadi tempat untuk bersilaturahmi antar masyarakat dan menebarkan energy positif pada seluruh masyarakat sekitar.” Pungkas Eva.
Bagikan