Tribute to National Heritage, Revitalisasi Keraton Berlanjut

Kusumawati - Minggu, 08 Februari 2026 19:33 WIB
KGPH Panembahan Agung Tejowulan dalam acara Tribute to heritage Keraton Surakarta bersama Yayasan Kusuma Buwana bekerja sama dengan Yayasan Warna-Warni di Jakarta (Istimewa)

JAKARTA (Soloaja.co) – Upaya pelestarian kebudayaan Jawa mendapat panggung utama di ibu kota. Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, menghadiri perhelatan eksklusif bertajuk “Tribute to The National Heritage of Keraton Surakarta” di Opus Grand Ballroom, The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (08/02).

Acara yang diinisiasi oleh Yayasan Kusuma Buwana bekerja sama dengan Yayasan Warna-Warni ini menjadi momentum penggalangan dukungan bagi keberlangsungan sejarah dan fisik Keraton Surakarta sebagai cagar budaya peringkat nasional.

Dukungan Tokoh Nasional dan Kabinet

Perhelatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Menteri Kebudayaan RI Dr. Fadli Zon, M.Sc., Ibu Titiek Soeharto, serta jajaran istri menteri Kabinet Merah Putih.

Ketua Yayasan Kusuma Buwana, Ibu Krisnina Akbar Tanjung, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para donor dan seluruh pihak yang telah berkontribusi nyata. “Terima kasih atas peran serta Bapak dan Ibu sekalian untuk menjaga napas Keraton Surakarta,” tuturnya dalam sambutan yang disambut hangat para undangan.

Prioritas Transparansi dan Revitalisasi

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam pidatonya menegaskan posisi strategis Panembahan Agung Tedjowulan sebagai pelaksana mandat perlindungan dan pengembangan kawasan keraton. Ia membawa kabar baik mengenai kelanjutan perbaikan fisik keraton.

“Tahun ini, proyek revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan terus kami lanjutkan sebagai bagian dari prioritas nasional,” pungkas Fadli Zon.

Menanggapi hal tersebut, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan menekankan bahwa keterlibatan masyarakat luas adalah kunci kesuksesan pelestarian. Namun, ia menyadari bahwa tanggung jawab besar ini menuntut pengelolaan yang profesional.

“Kami sadar bahwa semakin banyak mata yang melihat. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas publik menjadi prioritas utama kami dalam pelaksanaan pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta ke depan,” tegas Tedjowulan.

Simbol Persatuan Budaya

Acara ini tidak hanya sekadar pertemuan seremonial, tetapi menjadi simbol sinergi antara pemerintah, yayasan sosial, dan keluarga besar Keraton dalam menjaga jati diri bangsa. Revitalisasi yang direncanakan diharapkan mampu mengembalikan kemegahan arsitektur keraton sekaligus memperkuat fungsinya sebagai pusat edukasi budaya global.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS