UMS Utus Tim Psikolog Pulihkan Trauma Korban Banjir ke Aceh

Senin, 02 Februari 2026 20:30 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001314852.jpg
Relawan Tim Psikolog UMS siap berangkat ke Aceh untuk membantu pemulihan pasca bencana (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi melepas empat relawan kemanusiaan untuk membantu proses pemulihan pascabencana banjir bandang di Kota Lintang, Aceh Tamiang, Sumatra. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Ruang Sidang Rektorat Gedung Siti Walidah UMS, Senin (2/2/2026).

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan dedikasi para relawan. Ia menekankan bahwa aksi ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian masyarakat yang dijunjung tinggi oleh universitas.

"Atas nama universitas, kami berterima kasih atas dedikasi adik-adik relawan. Gunakan pendekatan yang kontekstual, humanis, dan komunal selama menjalankan tugas," pesan Prof. Harun.

Sebagai bentuk dukungan konkret, pihak universitas juga membuka peluang bagi para relawan untuk mengonversi kegiatan pengabdian ini sebagai bagian dari tugas akhir masa kuliah.

Fokus pada Trauma Healing dan Psikososial

Tim relawan yang diberangkatkan memiliki spesialisasi khusus, terdiri dari tiga psikolog dan satu koordinator:
* Berlianti Husna Pradina, S.Psi.
* Shafiyatul Baridah, S.Psi.
* Alvanindya Nafik Ardani, S.Psi.
* Bramantyo Wijaya Kusuma (Koordinator Tim)

Koordinator tim, Bramantyo Wijaya Kusuma, menjelaskan bahwa timnya telah melakukan riset mendalam terkait demografi dan budaya masyarakat setempat agar intervensi yang diberikan tepat sasaran. Berdasarkan data lapangan, kebutuhan mendesak saat ini selain air bersih adalah pemulihan trauma psikososial.

Mengembalikan Senyum Melalui Permainan Tradisional

Selama masa penugasan 16 hari, tim akan fokus pada pendampingan psikologis bagi warga, khususnya anak-anak. Salah satu relawan psikolog, Alvanindya Nafik Ardani, menyebutkan bahwa metode permainan tradisional akan menjadi instrumen utama dalam proses trauma healing.

“Kami ingin mengenalkan game-game tradisional seperti lompat tali. Fungsi psikososial itu ibaratnya mengalihkan sementara rasa duka agar warga, terutama anak-anak, bisa kembali merasa aman dan tersenyum,” tutur Alvanindya.

Semangat Al-Ma’un dan Tanggung Jawab Muslim
Misi ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan panggilan jiwa sebagai kader Muhammadiyah. Bramantyo menegaskan bahwa keikutsertaan mereka adalah bentuk tanggung jawab sebagai muslim untuk meringankan beban sesama, sejalan dengan napas gerakan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center).

Dengan keberangkatan tim ini, UMS berharap kehadiran mereka dapat memberikan dampak signifikan bagi kesehatan mental masyarakat Aceh Tamiang agar segera bangkit pascabencana.