Polres Sukoharjo Tekankan Tilang ETLE dan Pendekatan Humanis

Kusumawati - Senin, 02 Februari 2026 09:40 WIB
Wakapolres sukoharjo memasang pita petugas Operasi Keselamatan Candi 2026 (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Menjelang momentum Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sukoharjo resmi memulai Operasi Keselamatan Candi 2026.

Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Presisi Polres Sukoharjo, Senin (2/2). Operasi kewilayahan ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari mendatang.

Apel gelar pasukan dipimpin oleh Wakapolres Sukoharjo Kompol Pariastutik, S.H., mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo. Kegiatan ini diikuti oleh personel gabungan dari TNI Kodim 0726/Sukoharjo, Pejabat Utama (PJU) Polres, Dinas Perhubungan, serta satuan fungsi kepolisian lainnya.

Dalam amanat Kapolda Jawa Tengah yang dibacakan Wakapolres, ditegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel serta sarana prasarana penunjang. Langkah ini diambil sebagai upaya cipta kondisi guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang optimal di wilayah hukum Jawa Tengah.

“Dinamika permasalahan lalu lintas saat ini menuntut Polri untuk terus berinovasi. Kita mengedepankan pendekatan presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—dalam menghadapi tantangan transportasi di era digital,” ujar Kompol Pariastutik.

Tren Pelanggaran Menurun

Berdasarkan data statistik Polda Jawa Tengah, terdapat penurunan tren pelanggaran yang cukup signifikan. Pada tahun 2025, tercatat 522.589 pelanggaran, turun 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 692.374 kasus. Angka penindakan tilang juga menyusut 32 persen, dari 256.247 lembar menjadi 174.993 lembar.

Meski angka menunjukkan perbaikan, kepolisian menilai upaya edukasi masyarakat tetap harus dipacu. Dalam operasi kali ini, Polda Jawa Tengah menyiagakan total 3.592 personel, dengan fokus penindakan melalui sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile.

11 Sasaran Prioritas

Setidaknya terdapat 11 sasaran prioritas dalam Operasi Keselamatan Candi 2026. Di antaranya adalah balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi (brong), penggunaan ponsel saat berkendara, melawan arus, hingga pengemudi di bawah pengaruh alkohol. Selain itu, kendaraan tidak layak jalan dan parkir sembarangan juga menjadi atensi petugas.

Di akhir amanatnya, Wakapolres berpesan agar seluruh personel menjalankan tugas dengan integritas tinggi dan menghindari tindakan kontraproduktif.

“Laksanakan tugas secara humanis dan edukatif. Jadikan keselamatan diri dan masyarakat sebagai prioritas utama. Melalui operasi ini, diharapkan budaya tertib berlalu lintas semakin terbangun demi kenyamanan masyarakat menjelang Lebaran nanti,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS