UMS Surakarta
Selasa, 17 Februari 2026 21:28 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses meraih hibah bergengsi Australia Indonesia Institute Grant 2025.
Hibah ini dialokasikan untuk mengembangkan program pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pendekatan rehabilitasi, aktivitas fisik, dan olahraga yang diadopsi dari University of Queensland, Australia.
Program bertajuk ParaSTART ini difokuskan bagi individu disabilitas dengan kebutuhan dukungan tinggi (high need support). Melalui program ini, penyandang disabilitas tidak hanya didorong untuk bergerak, tetapi juga disiapkan secara klinis untuk menjadi atlet potensial.
Rehabilitasi Menuju Paralimpiade
Kaprodi Profesi Fisioterapis UMS sekaligus penerima hibah, Suryo Saputra Perdana, M.Sc,PT., menjelaskan bahwa program ini memiliki alur pembinaan yang terarah. Fokus utamanya adalah mengubah status penyandang disabilitas dari pasif menjadi aktif berprestasi.
“Harapannya, mereka bisa berpartisipasi aktif dalam olahraga. Kita perbaiki kesehatannya, kita rehabilitasi, dan kita siapkan, lalu kita pilihkan cabang olahraga yang sesuai. Jika nantinya mereka berbakat, akan kita arahkan untuk masuk ke ajang paralimpiade,” ujar Suryo, Selasa (17/2).
Kolaborasi Lintas Sektor dan Budaya
Implementasi ParaSTART di Indonesia merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu di UMS, mulai dari Prodi Fisioterapi hingga Pendidikan Jasmani, serta menggandeng RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso sebagai mitra klinis.
Suryo menegaskan bahwa program ini akan diadaptasi agar sesuai dengan konteks sosial dan budaya di Indonesia.
Guna mematangkan program tersebut, pengembang ParaSTART Australia, Prof. Sean Michael Tweedy, hadir langsung di Gedung Rektorat UMS pada Sabtu (14/2).
Kunjungan tersebut diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) multisektoral yang melibatkan Pusat Studi Disabilitas, Pusat Studi Penyakit Kronis, serta para pakar dari Fakultas Kesehatan dan Teknik.
Langkah Strategis Internasional
Penjajakan kerja sama ini sebenarnya telah dimulai sejak September lalu saat tim UMS bertandang ke Australia untuk melihat langsung praktik ParaSTART. Keberhasilan meraih hibah tahun 2025 ini menjadi bukti kepercayaan internasional terhadap kapasitas tenaga ahli dan lingkungan akademik UMS.
“Kunjungan Prof. Sean melengkapi agenda sebelumnya agar kerja sama ini optimal. Kami terus mencari peluang kolaborasi lain dengan potensi mahasiswa dan fasilitas yang kami miliki,” pungkas Suryo.
Bagikan