UMS Dorong Kesadaran SDGs Melalui Kompetisi UMS Berkelanjutan

Sabtu, 18 April 2026 20:57 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001582692.jpg
Ketua SDGs Center UMS Rama Rizana, S.T., M.Sc., (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui SDGs Center menyelenggarakan kompetisi bertajuk UMS Berkelanjutan yang berfokus pada tiga isu utama, yakni energi listrik, plastik, dan sampah. 

Kegiatan ini merupakan langkah nyata kampus dalam mendorong kesadaran dan kontribusi civitas academica terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Program yang berlangsung hingga 8 Mei 2026 ini mencakup empat kategori perlombaan, yaitu Video Challenge, Student Action Grant Application, Impact Award, dan Student Achievement Award. Meskipun mendukung 17 indikator SDGs secara umum, kompetisi kali ini menitikberatkan pada persoalan konsumsi energi dan pengelolaan limbah.

Ketua SDGs Center UMS, Rama Rizana, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai urgensi SDGs. 

Ia berharap melalui kompetisi ini, mahasiswa tidak hanya sekadar tahu, tetapi juga tergerak untuk memberikan kontribusi nyata sesuai kapasitas mereka, baik secara individu maupun melalui organisasi mahasiswa (Ormawa).

Pada kategori Video Challenge, peserta ditantang membuat konten kreatif berdurasi 1 hingga 3 menit yang menangkap praktik baik di lingkungan UMS terkait penghematan listrik, pengurangan botol plastik, serta pengelolaan sampah.

Sementara itu, kategori Student Action Grant Application menyediakan dana hibah bagi Ormawa yang memiliki proposal kegiatan inovatif seperti webinar, pelatihan, atau kampanye media sosial yang dapat diimplementasikan di kampus.

Selain kompetisi ide, UMS juga memberikan apresiasi melalui Impact Award bagi Ormawa yang konsisten menjalankan praktik keberlanjutan. Ada pula Student Achievement Award yang ditujukan bagi mahasiswa dengan prestasi membanggakan di bidang SDGs, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menilik pencapaian SDGs secara global, Rama Rizana mengakui bahwa tantangan yang dihadapi masih sangat besar, terutama pada aspek pengentasan kemiskinan, kesehatan, dan pemerataan kualitas pendidikan. Melalui inisiatif UMS Berkelanjutan, pihak universitas berkomitmen untuk terus mengambil peran dalam menyelesaikan pekerjaan rumah global tersebut, dimulai dari langkah kecil di lingkungan kampus.