UMS Surakarta
Minggu, 07 Juni 2026 16:02 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Transformasi pendidikan dasar yang ramah keberagaman kini menjadi tantangan sekaligus kebutuhan mendesak di tengah perubahan sosial. Merespons hal tersebut, Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta menggelar Seminar Nasional bertajuk "Transformasi Pendidikan Dasar Berbasis Pembelajaran Mendalam yang Ramah Keberagaman".
Tak sekadar menggelar seminar, kedua perguruan tinggi ini juga resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) serta Naskah Implementasi Agreement (NIA) untuk memperkuat kolaborasi akademik. Agenda strategis tersebut dilangsungkan di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah Lantai 7 UMS.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menegaskan bahwa kerja sama antar-kampus saat ini tidak boleh hanya berhenti di atas kertas atau menjadi dokumen administratif semata. Tuntutan mutu pendidikan tinggi mengharuskan setiap kolaborasi diwujudkan dalam program nyata.
"Kerja sama kalau hanya berhenti di meja dan berhenti di dokumen tidak akan diakui. Harus ada implementasinya, baik melalui kolaborasi perkuliahan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat," tegas Anam.
Anam memaparkan, FKIP UMS saat ini mengelola 19 program studi yang mencakup program sarjana, profesi, magister, hingga doktor, termasuk program internasionalisasi yang melibatkan mahasiswa asing. Selain itu, UMS terus menggenjot produktivitas riset melalui program Akselerasi Publikasi Ilmiah Scopus (APIS) untuk menjaga reputasi global.
Sinergi Menuju Keunggulan Akademik
Sementara itu, Wakil Direktur I Pascasarjana UST, Dr. Ana Fitrotun Nisa, M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen UMS dalam membuka ruang kolaborasi. Hubungan kelembagaan antara UST dan UMS sendiri sebenarnya telah terjalin sejak tahun 2022.
"UMS telah menjadi mitra belajar bagi kami. Kunjungan ini bukan yang pertama, dan kami berharap kerja sama hari ini dapat mendukung peningkatan kualitas program studi kami menuju akreditasi unggul pada tahun 2027," ujar Ana.
Kegiatan ini diikuti oleh 92 peserta yang terdiri dari dosen serta mahasiswa Program Pascasarjana UST dari Prodi Magister Pendidikan Dasar dan Pendidikan Bahasa Inggris. Menurut Ana, tantangan dunia pendidikan Indonesia ke depan sangat kompleks dan tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi secara mandiri.
Oleh karena itu, sinergi antar-kampus menjadi kunci untuk melahirkan inovasi pembelajaran yang relevan dan inklusif di era transformasi global.
Bagikan