Umat Buddha Jatipurno Gelar Ibadah Tri Suci Waisak

Minggu, 31 Mei 2026 22:33 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001727963.jpg
Perayaan Tri Suci Waisak umat Budha di Wonogiri (Soloaja)

WONOGIRI (Soloaja.co) — Umat Buddha di Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri melaksanakan kegiatan sembahyang dan ibadah dalam rangka Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE (Buddhis Era) Tahun 2026. Kegiatan religius ini dipusatkan di Vihara Vimalakirti, Lingkungan Balepanjang RT 02 RW 01, Kelurahan Balepanjang, Kecamatan Jatipurno, pada Minggu (31/5).

Ibadah yang berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga 11.45 WIB tersebut diikuti sekitar 30 umat Buddha yang berasal dari wilayah Kecamatan Jatipurno dan Jatisrono.

Dharma Menjaga Perdamaian Dunia

Prosesi ibadah dipimpin oleh Pandita Karsi dengan mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”. Suasana di dalam vihara tampak begitu khidmat, penuh toleransi, serta mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan antarumat beragama di Kabupaten Wonogiri.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua Vihara Vimalakirti Balepanjang Warijo, jajaran pengurus Vihara Sradha Dhamma, serta perwakilan umat dari dua kecamatan bertetangga tersebut.

Sinergi Pengamanan demi Kenyamanan Ibadah

Guna memastikan kelancaran perayaan, personel gabungan dari Polsek Jatipurno dan Koramil 15 Jatipurno dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan monitoring secara langsung di bawah kendali Kapolsek Jatipurno IPTU Sutrisno, S.H.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., melalui Kasihumas AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., menegaskan komitmen jajarannya dalam menjaga situasi kamtibmas agar seluruh masyarakat dapat menjalankan hak beribadahnya dengan tenang.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak dan masyarakat yang bersama-sama menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Wonogiri. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan ibadah berlangsung aman, tertib, dan lancar,” kata AKP Anom Prabowo.

AKP Anom menambahkan, momentum Hari Raya Waisak ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat kembali nilai-nilai kedamaian, tali persaudaraan, serta merawat persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat. Hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, situasi di lokasi dilaporkan aman, tertib, dan kondusif.