mudik
Rabu, 11 Maret 2026 11:10 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

JAKARTA (Soloaja.co) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi menginjak pedal gas dalam agenda transformasi besar bertajuk TLKM 30. Tahun 2026 ditetapkan sebagai momentum krusial bagi emiten berkode TLKM ini untuk membuktikan efektivitas penataan portofolio bisnis, penguatan tata kelola (Good Corporate Governance), hingga pembentukan strategic holding.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, dalam agenda TelkomGroup Business Update di Jakarta, Jumat (6/3), menegaskan bahwa TLKM 30 bukan sekadar pergantian strategi, melainkan reformasi menyeluruh untuk memperkuat fundamental perusahaan di tengah ketidakpastian global.
Restrukturisasi dan Unlocking Value
Strategi jangka menengah ini fokus pada upaya unlocking value dari aset-aset raksasa milik TelkomGroup. Salah satu tonggak sejarah yang mulai terlihat adalah pembentukan InfraNexia (PT Telkom Infrastruktur Indonesia). Entitas FiberCo ini merupakan hasil spin-off bisnis wholesale fiber connectivity yang diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru.
"InfraNexia akan fokus mengembangkan bisnis fiber, meningkatkan efisiensi operasional, serta membuka peluang kemitraan strategis. Selain FiberCo, kami juga tengah menyiapkan langkah serupa untuk bisnis data center melalui NeutraDC dan bisnis menara melalui Mitratel," papar Dian.
Transformasi ini juga membawa Telkom melakukan streamlining atau perampingan anak usaha. Sebagai langkah awal, Telkom melalui TelkomMetra telah menandatangani kesepakatan divestasi penuh atas PT Administrasi Medika (AdMedika) dan TelkoMedika. Langkah ini diambil guna memastikan Telkom tetap fokus pada core business di sektor telekomunikasi dan digital.
Misi Danantara dan Tata Kelola Global
Sejalan dengan misi Danantara yang mendorong penguatan pengelolaan BUMN, Telkom melakukan total governance reset. Praktik pengelolaan aset kini ditekankan pada transparansi, akuntabilitas pengeluaran, serta normalisasi kualitas aset. Sebagai perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange (NYSE), Telkom menjamin kepatuhan ketat terhadap regulasi domestik maupun internasional.
Ke depan, Telkom akan bertransformasi menjadi strategic holding yang fokus pada penciptaan nilai (value creation). Operasional bisnis akan dijalankan oleh operating company yang terbagi dalam empat pilar utama: B2C, B2B ICT, Digital Infrastructure, dan International Business.
Kontribusi untuk Negara
Melalui struktur bisnis yang lebih ramping dan fokus, Telkom optimistis dapat bergerak lebih lincah dalam mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia.
"TLKM 30 kami jalankan untuk membuka nilai yang lebih besar dari seluruh potensi bisnis Telkom, sekaligus memperkuat kontribusi kepada negara dan pemegang saham melalui peningkatan nilai perusahaan dan dividen," pungkas Dian Siswarini.
Transformasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat sisi finansial perusahaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pemerataan infrastruktur digital yang berkualitas di seluruh pelosok negeri.
Bagikan