Syukuran SPPG Bulakrejo 3, Wabup Minta Konsisten Patuhi SOP

Sabtu, 17 Januari 2026 19:14 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001259156.jpg
Wabup Sukoharjo hadiri Syukuran SPPG Bulakrejo 3 (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bulakrejo 3 yang dikelola oleh Yayasan Kedhaton Restu Semesta, Sabtu (17/1/2026). Peresmian ini menandai penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menyasar hingga lebih dari 70 titik di Sukoharjo.

Dalam arahannya, Wabup Sapto menekankan pentingnya mekanisme umpan balik melalui kuesioner dari penerima manfaat. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan celah antara standar gizi baku dengan selera anak-anak sekolah agar makanan yang disajikan selalu habis dikonsumsi.

"Kuesioner ini penting sebagai feedback. Kita ingin gizi yang diberikan benar-benar terkonversi menjadi kecerdasan dan kekuatan fisik. Kalau makanannya tidak habis, berarti gizinya tidak terkonversi maksimal," ujar Sapto. 

Ia juga menambahkan bahwa ke depan, sasaran program akan diperluas mencakup pesantren serta tenaga pendidik. Diharapkan kualitas tetap terjaga dan SPPG konsisten melaksanakan kinerja sesuai SOP. 

Perwakilan Yayasan Kedhaton Restu Semesta, Farid Muhananto, menjelaskan bahwa SPPG Bulakrejo 3 memiliki target sasaran sebanyak 2.700 penerima manfaat. Jumlah tersebut mencakup siswa dari tingkat PAUD, 6 TK, 4 SD, 1 SMP, hingga 1 SMK, serta ditambah dengan guru dan karyawan sekolah sesuai juknis terbaru.

"Kami sudah siap menjalankan instruksi ini. Sebenarnya persiapan sudah dilakukan sejak akhir Desember, namun karena libur sekolah, baru bisa berjalan efektif saat ini," ungkap Farid.

Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Provinsi Jateng, Antonius Yoga Prabowo. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar urusan ekonomi mitra, melainkan janji politik Presiden yang kini diwujudkan untuk menuju Indonesia Emas 2045.

"Kami meminta SPPI dan pemerintah ikut mengawal serta memonitoring mutu makanan. Jangan sampai ada yang terlewat (skip). Ini adalah ladang pengabdian dan pahala bagi kita semua untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," tegas Yoga.